Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Lazismu Jatim Perketat Kurasi Program Pemberdayaan, Fokus Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan

Iklan Landscape Smamda
Lazismu Jatim Perketat Kurasi Program Pemberdayaan, Fokus Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan
pwmu.co -

Badan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Timur menggelar forum Rembug Kerja Perencanaan Program Pemberdayaan Berdampak dan Berkelanjutan di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Candi, Sidoarjo, Sabtu (8/8/2026).

Agenda strategis tersebut diikuti 98 peserta dari jajaran pengurus Lazismu kabupaten/kota serta Kantor Layanan Lazismu (KLL) tingkat wilayah se-Jawa Timur.

Ketua BP Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali, mengawali pembukaan acara dengan menggarisbawahi dua kebijakan prioritas organisasi, yakni penerapan tata kelola digital dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Seluruh jajaran daerah diwajibkan memanfaatkan platform SIMZISKA sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi pelaporan program kerja.

“Soal pelaporan lewat SIMZISKA ini sifatnya sudah wajib, tidak bisa ditawar lagi oleh pengurus di kabupaten maupun kota. Termasuk sertifikasi amilin, ini penting supaya standar kerja teman-teman di lapangan makin profesional dan terukur,” kata Imam Hambali , Ketua BP Lazismu Jatim.

“Penggunaan sistem SIMZISKA hukumnya wajib bagi seluruh Lazismu kabupaten dan kota. Di samping itu, sertifikasi kompetensi juga wajib dikantongi oleh para amilin di semua tingkatan se-Jawa Timur,” tutur Imam di depan forum.

Di sela sambutannya, Imam turut menyampaikan salam perpisahan secara tidak langsung kepada para utusan daerah. Ia mengundurkan diri dari tampuk pimpinan Lazismu Jawa Timur karena berpindah tugas menjadi Pimpinan BAZNAS Jawa Timur berdasarkan Surat Keputusan yang telah ditandatangani Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Sesi materi diisi langsung oleh Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya. Ia memaparkan kerangka kerja baru yang mendorong seluruh amil mengubah pola pikir dalam pengelolaan dana ZIS.

Pengelolaan dana yang sebelumnya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan atau penyerapan anggaran diarahkan menjadi program yang berfokus pada perubahan kondisi ekonomi mustahik hingga mampu berdiri mandiri sebagai munfiq atau muzaki.

“Kami mendorong pergeseran paradigma. Lembaga harus beralih dari sekadar mengeksekusi proposal masuk menjadi kurator inisiatif program yang memiliki daya ubah dan dampak tertinggi bagi masyarakat,” jelas Barry.

Untuk menyaring ratusan ide program dari daerah, Lazismu memperkenalkan metode kurasi berjenjang menggunakan kerangka Theory of Change (ToC) dan mesin penilaian ICE Scoring Framework (Impact, Confidence, Ease).

Melalui metode tersebut, program penyaluran bantuan sosial yang bersifat karitatif atau hanya berlangsung sehari tanpa pendampingan akan langsung ditolak.

SMPM 5 Pucang SBY

Sebaliknya, program penyertaan modal yang dipadukan dengan pelatihan berkelanjutan serta berbasis data profil kemiskinan BPS daerah akan mendapatkan prioritas pencairan.

“Kita harus ubah cara pandang lama. Jangan lagi bangga cuma karena anggaran habis atau bikin acara ramai, tapi setelah itu tidak ada bekasnya. Yang kita cari sekarang itu program yang betul-betul bisa mengubah nasib penerima manfaat, dari yang tadinya dibantu sampai mereka bisa mandiri,” tutur Barry Adhitya – Dirut Lazismu Pusat

Seluruh amil diminta segera mengaudit portofolio program yang sedang berjalan, menerapkan penyaringan berdasarkan skor minimal, serta melaporkan tiga program unggulan terbaik ke tingkat wilayah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Lazismu memperkuat efektivitas pengelolaan dana ZIS agar tidak hanya menghasilkan kegiatan, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi penerima manfaat.

Manajer Lazismu Surabaya, Muhammad As’ad, mengonfirmasi tingginya antusiasme para utusan daerah selama kegiatan berlangsung.

Surabaya sendiri mengirimkan tiga perwakilan, yakni Ahmad Rosyidi (Sekretaris BP), Warsono (Wakil Ketua Bidang Pentasyarufan), dan manajer operasional.

“Ruangan penuh sesak dan peserta sangat antusias menyimak paparan dari Dirut Pusat yang baru dilantik bulan ini. Forum ini memberi petunjuk teknis yang sangat jelas bagi kami di tingkat daerah,” kata As’ad saat dikonfirmasi, Sabtu malam.

Forum tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi Lazismu di tingkat daerah untuk memperbaiki portofolio program pemberdayaan dan memastikan penyaluran dana ZIS diarahkan pada program yang memiliki dampak jangka panjang.

Dengan pendekatan berbasis data, kurasi program, serta penguatan kapasitas amil, Lazismu Jatim mendorong agar pemberdayaan mustahik tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berlanjut hingga penerima manfaat mampu mencapai kemandirian ekonomi.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu