Siswa yang tergabung dalam Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) SMA Muhammadiyah 2 Genteng (SMA Muha Genteng) antusias mengikuti pemeriksaan awal donor darah meski sebagian mengaku takut jarum suntik, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan donor darah berlangsung di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMA Muha Genteng. Agenda tersebut merupakan program berkala ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Wira yang bekerja sama dengan Puskesmas Genteng Kulon.
Donor darah kembali dilaksanakan setelah sempat terhenti selama masa penilaian akhir semester dan liburan. Sebelum kegiatan berlangsung, pengurus harian PMR Wira melakukan sosialisasi ke kelas-kelas sekaligus mendata siswa yang berminat mengikuti donor darah.
Antara Takut dan Malu
Dalam pelaksanaannya, PMR Wira mengutamakan pengurus Ortom, seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Hizbul Wathan (HW), dan Tapak Suci, untuk mengikuti donor darah. Langkah tersebut dilakukan agar para pengurus dapat memberikan contoh kepada siswa lainnya.
Guru Pembina Ekstrakurikuler PMR Wira SMA Muha Genteng, Mukson Hidayat, M.T., mengatakan terdapat beragam respons siswa ketika mengikuti rangkaian pemeriksaan sebelum donor darah.
“Ada yang berani, tetapi umurnya belum memenuhi atau tensi dan berat badan tidak memenuhi syarat. Ada yang memenuhi syarat, tetapi saat dites hemoglobin takut melihat jarum suntik. Ada yang berani karena tidak mau dikatakan penakut,” ujar Mukson.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap memunculkan tingkah lucu di kalangan siswa. Sebagian siswa yang sebenarnya takut tetap berusaha mengikuti pemeriksaan karena tidak ingin dianggap penakut oleh teman-temannya.
“Dari raut mukanya jelas tercermin perasaan antara takut dan malu. Mau tidak ikut karena dia pengurus Ortom, mau ikut tetapi takut jarum,” pungkas Mukson.
Tidak semua siswa yang berminat kemudian dapat mengikuti donor darah. Sebagian harus mengikuti pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi mereka memenuhi persyaratan donor. Pemeriksaan tersebut meliputi sejumlah aspek, termasuk usia, tekanan darah, berat badan, dan kadar hemoglobin.
Selain siswa, kegiatan donor darah juga terbuka bagi guru dan tenaga kependidikan. Sejumlah warga di sekitar lingkungan sekolah turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendonorkan darah.
Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB. Pelaksanaan donor dilakukan secara bergantian dari satu kelas ke kelas lainnya sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa.
Setelah sekitar tiga jam berlangsung, kegiatan donor darah yang menjadi program rutin PMR Wira tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 60 kantong darah. Petugas Puskesmas Genteng Kulon kemudian menyelesaikan proses pengambilan darah dan meninggalkan sekolah setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Selain donor darah, PMR Wira SMA Muha Genteng bersama Puskesmas Genteng Kulon juga memiliki program rutin pembagian tablet vitamin A yang ditujukan bagi siswi dan dilaksanakan setiap dua minggu sekali.
Setelah kegiatan donor darah selesai, proses pembelajaran kembali berlangsung seperti biasa. Bagi para siswa yang mengikuti donor, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk berani menghadapi rasa takut sekaligus berkontribusi melalui aksi kemanusiaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments