Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh Persatuan Islam (Persis), Prof. Maman Abdurrahman, yang juga merupakan ayahanda dari Hilman Latief, pada Ahad (21/6/2026).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya sosok yang selama ini dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai organisasi Islam, termasuk Muhammadiyah.
“Beliau sangat dekat dengan kita (Muhammadiyah), baik dalam pemikiran maupun pergerakannya. Jauh sebelum Pak Hilman menjadi anggota PP Muhammadiyah, saya sering berkomunikasi, bersilaturahmi, dan berdiskusi dengan beliau. Tentu Persis maupun Muhammadiyah merasa kehilangan atas wafatnya tokoh besar tersebut,” ujar Haedar.
Menurut Haedar, wafatnya Prof. Maman merupakan kehilangan besar bagi gerakan dakwah dan pembaruan Islam di Indonesia. Sosok almarhum dinilai telah memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pemikiran Islam serta memperkuat ukhuwah antarorganisasi Islam.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan dan pengabdian yang diwariskan almarhum harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus.
Kepada Hilman Latief dan keluarga besar almarhum, Haedar berpesan agar tetap melanjutkan semangat perjuangan yang telah ditanamkan Prof. Maman dalam memajukan Islam dan bangsa.
“Hingga perjuangannya dapat dilanjutkan di Muhammadiyah oleh Prof. Hilman Latief dan keluarga. Karena salah satu yang akan melangsungkan perjuangan itu adalah anak-anak dan keluarganya, yakni perjuangan untuk memajukan Islam di negeri tercinta,” imbuhnya.
Secara pribadi, Haedar mengenang Prof. Maman sebagai tokoh yang luwes dalam berkomunikasi dan mampu membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan.
Sikap terbuka dan inklusif tersebut membuat almarhum dihormati banyak pihak, termasuk di lingkungan Muhammadiyah. Kedekatan yang terjalin selama bertahun-tahun menjadi salah satu alasan mengapa kepergian Prof. Maman dirasakan sebagai kehilangan yang mendalam.
“Atas nama PP Muhammadiyah, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutup Haedar.





0 Tanggapan
Empty Comments