Upaya menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak Usia Dini dilakukan TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo melalui kegiatan outing class ke Perpustakaan Umum Kota Probolinggo, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, anak-anak diantar oleh orang tua menuju Perpustakaan Umum Kota Probolinggo yang berada di kawasan timur Alun-Alun Kota Probolinggo.
Setibanya di perpustakaan, anak-anak berkumpul untuk menerima pengarahan dari petugas. Mereka kemudian diajak menyaksikan tayangan audiovisual berupa film atau video edukatif yang dirancang untuk memberikan stimulasi sekaligus menumbuhkan minat terhadap aktivitas membaca.
Setelah itu, anak-anak memasuki ruang literasi anak yang menyediakan beragam buku cerita dan bacaan anak. Dengan antusias, mereka memilih buku yang disukai untuk dibaca maupun dilihat-lihat.
Setelah selesai membaca, buku yang telah digunakan tidak langsung dikembalikan ke rak. Anak-anak meletakkannya di dalam keranjang khusus berwarna merah yang disediakan petugas. Selanjutnya, petugas perpustakaan menata dan mengembalikan buku-buku tersebut ke rak.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 10.00 wib dalam suasana menyenangkan. Anak-anak tampak bahagia dan antusias mengikuti pengalaman belajar di luar kelas. Bagi mereka, kunjungan ke perpustakaan tidak hanya menjadi kegiatan pembelajaran, tetapi juga terasa seperti rekreasi bersama teman-teman.
Bersinergi dengan Perpustakaan
Salah seorang pustakawan, Novi Isnaini, S.I.Pust., menyampaikan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo memiliki sejumlah program yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan, khususnya PAUD, TK, dan KB.
Salah satunya adalah kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk mengajukan surat permohonan bantuan buku bacaan anak. Melalui program tersebut, lembaga dapat mengusulkan kebutuhan buku untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Selain itu, terdapat program perpustakaan keliling yang menyasar sekolah dan lembaga PAUD. Mobil perpustakaan keliling mengunjungi sekolah dengan membawa berbagai koleksi buku cerita dan bacaan anak sehingga Peserta Didik dapat menikmati layanan literasi tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.
Sebelumnya, program perpustakaan keliling juga telah mengunjungi TK ABA II Kota Probolinggo. Sinergi tersebut kemudian berlanjut melalui kunjungan langsung anak-anak ke Perpustakaan Umum Kota Probolinggo.
Novi juga menyampaikan adanya program City Tour yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo.
Program tersebut mengajak peserta mengunjungi sejumlah lokasi edukatif dan wisata di Kota Probolinggo, dengan perpustakaan sebagai salah satu tujuan. Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari rute City Tour antara lain Museum Kota Probolinggo, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL), BeeJay Bakau Resort (BJBR), Alun-Alun Kota Probolinggo, Taman Maramis, Bundaran Gladak Serang (Bundaran Glaser) serta sejumlah ruang terbuka hijau lainnya.
Membaca: Membuka Jendela Dunia
Kepala TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo, Sulistyowati, S.Pd., mengatakan kegiatan outing class tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku sejak Dini.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak semakin cinta buku dan membaca. Kami ingin mengenalkan bahwa perpustakaan adalah rumah bagi para pembelajar dan buku merupakan jendela Dunia,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman belajar di perpustakaan diharapkan dapat membangun rasa ingin tahu sekaligus menanamkan kebiasaan membaca pada anak.
“Kami percaya generasi yang gemar membaca akan tumbuh menjadi generasi cerdas yang mencintai ilmu dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa serta daerah,” tambahnya.
Usai kegiatan, anak-anak kembali ke sekolah bersama guru menggunakan kendaraan ELF yang telah disiapkan oleh lembaga. Mereka kemudian dijemput oleh orang tua masing-masing di sekolah pada pukul 12.00 WIB.
Kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal perpustakaan sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga merasakan secara langsung bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Melalui pengalaman tersebut, TK-KB ABA II Kota Probolinggo berharap dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini sehingga anak-anak semakin dekat dengan buku dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Membaca adalah pintu menuju dunia. Ketika anak dikenalkan dengan buku sejak Dini, sesungguhnya mereka sedang diajak membuka pintu menuju pengetahuan, imajinasi, dan masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments