Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Reporter Cilik SDMM Gali Kiprah Green Changemaker dari Ketua MLH PDM Gresik

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Reporter Cilik SDMM Gali Kiprah Green Changemaker dari Ketua MLH PDM Gresik
Reporter Cilik SDMM berhasil mewawancarai Ketua MLH PDM Gresik tentang ecopedagogy dan caranya menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan. (Dok: Kazue Salzabella/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dua reporter cilik SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik berhasil mewawancarai Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PDM Kabupaten Gresik, Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si., Senin (28/9/2026).

Keduanya, Khalilah Abidah El Wardah dan Emira Mahya Maritza, merupakan siswa kelas 5 Gamma sekaligus reporter cilik majalah sekolah Cikal. Dalam wawancara tersebut, mereka menggali berbagai hal tentang kepedulian terhadap lingkungan, perjalanan Dr. Andi, serta upayanya membangun generasi muda sebagai Green Changemaker.

Dr. Andi menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pengetahuan, kesadaran, dan tindakan nyata. Menurutnya, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya menyampaikan teori, tetapi juga perlu membentuk kebiasaan dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan di sekitarnya.

Hal tersebut sejalan dengan konsep ecopedagogy, yaitu pendekatan pendidikan yang menempatkan lingkungan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang lingkungan, tetapi juga didorong untuk memahami persoalan lingkungan dan terlibat dalam upaya menjaganya.

Dr. Andi Rahmad Rahim, S.Pi., M.Si., lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 11 Mei 1987. Ia tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan dunia pendidikan dan pengabdian.

Ayahnya merupakan seorang pedagang, sedangkan ibunya adalah dosen Universitas Halu Oleo Kendari. Kakeknya juga dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya di Kendari. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Halu Oleo pada 2005, S2 di Universitas Hasanuddin Makassar pada 2010, dan menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Brawijaya Malang pada 2016.

Ketertarikannya terhadap lingkungan telah muncul sejak menjadi mahasiswa. Berbagai penelitian yang dilakukannya berkaitan dengan persoalan lingkungan.

Ia mengamati aktivitas industri yang dapat memberikan pengaruh terhadap kualitas air, tanah, dan udara.

Sejak 2015, Dr. Andi menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Gresik, Fakultas Pertanian, khususnya Program Studi Budidaya Perikanan. Ia mulai aktif di Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah pada 2017.

Pada periode 2022–2027, ia mendapat amanah sebagai Ketua MLH PDM Kabupaten Gresik.

Sebagai Ketua MLH PDM Kabupaten Gresik, Dr. Andi tidak hanya berbicara mengenai persoalan lingkungan. Ia juga mendorong lahirnya kader lingkungan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Menurutnya, siswa dapat mengambil peran sebagai teladan bagi teman sebaya dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Hal tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan lingkungan karena perubahan perilaku dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah.

Perhatiannya terhadap persoalan sampah plastik juga semakin kuat setelah menemukan adanya persoalan mikroplastik di sejumlah titik perairan Gresik.

Kondisi tersebut mendorongnya untuk terus menyuarakan pentingnya mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak sampah.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah budidaya rumput laut ramah lingkungan di Pangkah Kulon. Rumput laut tersebut dimanfaatkan dalam proses bioremediasi untuk membantu menurunkan konsentrasi logam berat di perairan Gresik.

Program tersebut telah berjalan selama beberapa tahun dan hasil penelitiannya telah dipublikasikan dalam jurnal internasional.

“Mulai dari yang Kecil-Kecil Dulu”

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Andi juga menyampaikan pesan kepada siswa SDMM yang ingin menjadi Green Changemaker. Menurutnya, menjaga lingkungan tidak harus dimulai dengan aksi besar.

Siswa dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa tumbler, memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan, mengolah sisa makanan menjadi kompos, serta mengingatkan teman untuk menjaga lingkungan dengan cara yang baik.

“Mulai dari yang kecil-kecil dulu,” ungkapnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Ketika seorang siswa mulai peduli dan mengajak teman-temannya, kebiasaan baik tersebut dapat berkembang menjadi gerakan bersama.

Melalui wawancara ini, siswa tidak hanya memperoleh informasi tentang lingkungan, tetapi juga belajar bahwa menjadi Green Changemaker dapat dimulai dari lingkungan terdekat.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu