Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kedatangan jamaah haji KBIHU Jabal Nur Embarkasi Surabaya Kloter 116 saat tiba di King Abdulaziz International Airport.
Begitu pesawat mulai turun menuju Bandara Jeddah, suasana langsung terasa sangat berbeda dibandingkan Indonesia.
Tidak ada lagi hamparan sawah hijau, tambak, ataupun aliran air seperti pemandangan yang biasa terlihat saat mendarat di Bandara Juanda.
Dari balik jendela pesawat, yang tampak hanyalah hamparan pasir, bebatuan, dan tanah tandus berwarna coklat yang membentang luas.
Kesan pertama tentang Arab Saudi pun langsung terasa begitu kuat: kering, panas, dan gersang.
Saat pesawat berhenti di apron bandara, udara panas khas Timur Tengah mulai terasa.
Angin yang berembus tidak membawa kelembapan seperti di Indonesia. Udara terasa kering meskipun pagi hari baru dimulai.
Namun suasana tersebut tidak sedikit pun mengurangi semangat para jamaah haji.
Seluruh jamaah segera berdiri, mengambil tas kabin yang telah dipersiapkan sejak dalam pesawat, lalu turun dengan penuh harapan dan kerinduan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Bus bandara yang mengangkut jamaah menuju terminal terasa tidak jauh berbeda dengan bus di Indonesia.
Tidak banyak kursi duduk karena kendaraan tersebut memang disiapkan untuk penumpang berdiri.
Begitu seluruh jamaah masuk dan pintu ditutup, bus bergerak perlahan menuju area terminal.
Di kanan kiri terlihat bentangan area bandara yang luas dengan dominasi warna pasir dan bebatuan. Hampir tidak tampak rerumputan hijau seperti suasana di sekitar Bandara Juanda Surabaya.
Namun suasana mendadak berubah hangat ketika jamaah tiba di area Makkah Route atau Thariq Makkah.
Di tempat tersebut, jamaah disambut hangat para petugas Arab Saudi.
Petugas laki-laki tampak mengenakan pakaian rapi lengkap dengan baret, sementara petugas perempuan tampil anggun dan ramah.
Mereka berdiri berjajar sambil menyampaikan ucapan:
“Selamat datang… marhaban… welcome… ahlan wa sahlan…”
Satu per satu jamaah diberikan bunga mawar merah sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang di Tanah Suci.
Suasana pun berubah haru dan bahagia.
Banyak jamaah tersenyum lebar menerima bunga tersebut. Sebagian mungkin teringat masa muda, bahkan ada pula yang mungkin baru pertama kali menerima bunga mawar dalam hidupnya.
Tidak hanya bunga mawar, setiap jamaah juga mendapatkan kurma, kue, dan coklat secara gratis.
Sambutan hangat tersebut menjadi bentuk penghormatan bagi para tamu Allah yang datang untuk menunaikan ibadah haji.
Sejak dari pintu kedatangan hingga menuju bus, ucapan selamat datang terus terdengar dari para petugas dengan logat bahasa Arab dan Inggris yang khas.
Para petugas Arab Saudi tampak ramah, rapi, dan penuh senyum.
Mereka juga didampingi petugas haji Indonesia yang mengenakan seragam coklat dengan rok hitam.
Seluruh jamaah kemudian diarahkan menuju bus besar yang akan membawa mereka melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Bus pun mulai bergerak menembus hamparan pasir dan gunung-gunung batu khas Arab Saudi.
“Selamat datang di Tanah Suci. Selamat menunaikan ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur.”
Kalimat tersebut terasa terus menggema di hati sepanjang perjalanan menuju Makkah.





0 Tanggapan
Empty Comments