Menyikapi Perbedaan Awal Ramadhan dengan Kedewasaan dan Kearifan
Perbedaan awal Ramadhan bukanlah alasan untuk perpecahan, melainkan ruang ijtihad yang harus disikapi dengan tasamuh (toleransi) dan kedewasaan. Haedar Nashir menekankan bahwa esensi utama puasa adalah meraih ketakwaan, yang tercermin dalam peningkatan kualitas diri, kematangan emosional, serta kontribusi positif bagi kehidupan publik. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menebar harmoni, hidup hemat, dan memacu kemajuan umat Islam sebagai aktor peradaban yang berdaya saing.