Literasi Lintas Budaya: Membangun Toleransi Melalui Dialog Terbuka
Melalui program Literasi Keagamaan Lintas Budaya, para guru diajak untuk melampaui prasangka dengan melihat secara langsung praktik peribadatan agama lain, seperti kunjungan ke GKI Pegolan, Surabaya. Dalam dialog terbuka ini, para peserta dapat bertanya langsung mengenai ajaran dan praktik keagamaan, termasuk soal baptis dan keikutsertaan dalam peribadatan. Pendekatan ini bertujuan memerangi stereotip negatif dan membangun empati serta solidaritas melalui kompetensi pribadi, komparatif, dan kolaboratif.