Suasana sore di lingkungan sekolah KB-TK ABA Paiton, Probolinggo pada Rabu (25/2/2026), tampak berbeda.
Di tengah nuansa Ramadan 1447 H, sebanyak 100 siswa KB dan TK mengikuti kegiatan berbagi takjil yang berlangsung penuh keceriaan sekaligus makna.
Kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut menjadi salah satu program rutin tahunan dalam rangka menyemarakkan bulan suci.
Dengan didampingi 11 ustazah, 7 pengurus paguyuban, serta 1 petugas satpam, anak-anak diajak belajar berbagi melalui aksi nyata di lingkungan sekitar sekolah.
Sejak sore hari, anak-anak telah hadir dengan wajah berseri. Mereka mengenakan pakaian rapi khas KB-TK ABA Paiton. Di tangan mereka telah disiapkan paket takjil yang akan dibagikan kepada masyarakat.
Sebanyak 200 paket takjil berisi roti dan minuman teh manis disiapkan untuk para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Antusiasme anak-anak terlihat jelas. Bagi mereka, ini bukan sekadar kegiatan sekolah, melainkan pengalaman baru yang menyenangkan.
Sebelum pembagian dimulai, para guru memberikan pengarahan sederhana tentang makna berbagi. Dengan bahasa yang mudah dipahami, anak-anak dijelaskan bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak. Berbagi bisa dimulai dari hal kecil, dari hati yang tulus.
Nilai empati, kepedulian, dan rasa syukur pun ditanamkan secara perlahan. Anak-anak diajak memahami bahwa Ramadan adalah momen untuk menahan lapar dan haus, sekaligus memperbanyak kebaikan.
Didampingi para ustadzah, anak-anak kemudian berjalan bersama menuju jalan raya di depan sekolah. Langkah mereka kecil, tetapi semangatnya besar.
Satu per satu paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, tukang becak, pedagang, serta masyarakat sekitar yang melintas. Senyum polos dan sapaan lembut dari anak-anak menjadi pemandangan yang menghangatkan hati.
Tak sedikit penerima takjil yang tersenyum haru. Beberapa bahkan mengucapkan doa untuk anak-anak agar kelak menjadi pribadi yang saleh dan salehah.
Bagi para siswa, momen tersebut menjadi pengalaman berharga. Mereka belajar mengucapkan salam, menyerahkan pemberian dengan sopan, serta mengucapkan terima kasih. Interaksi sederhana itu menjadi latihan keberanian sekaligus pembelajaran karakter.
Kepala Sekolah KB ABA Paiton Ustazah Erna Herawati mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda rutin setiap Ramadan.
“Momen Ramadan tidak hanya belajar menahan lapar dan haus saja, namun juga siswa-siswi diajarkan untuk saling berbagi dalam menyambut berbuka puasa. Program ini dilaksanakan rutin setiap tahun. Anak-anak dididik untuk bisa berbagi dari hal kecil, khususnya di bulan Ramadan dengan kegiatan berbagi takjil,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini. Melalui praktik langsung seperti ini, anak-anak tidak hanya memahami konsep berbagi secara teori, tetapi juga merasakannya secara nyata.
“Kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar membagikan makanan untuk berbuka. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana menanam benih kebaikan dalam diri anak-anak,” terangnya.
Mereka belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari menerima, tetapi juga dari memberi. Mereka merasakan sendiri bagaimana sederhana namun hangatnya melihat orang lain tersenyum karena uluran tangan kecil mereka.
Ustazah Erna Herawati mengharapkan pengalaman ini akan menjadi kenangan indah yang membekas dalam ingatan para siswa.
Kenangan yang kelak tumbuh menjadi karakter peduli, dermawan, dan gemar berbagi di masa depan.
Ramadan pun hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai madrasah kehidupan bagi generasi kecil di KB-TK ABA Paiton. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments