Ketika Menyinggung Poligami, Ibu-Ibu Langsung Heboh

103
Pasang Iklan Murah
Nurul Qomariyah memberikan tausiyah di halal bihalal Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Tanggul. (Humaiyah/pwmu.co)

PWMU.CO-Pimpinan Cabang Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Tanggul Jember mengadakan halal bihalal bersama pada Ahad (23/6/2019). Acara bertempat di Pondok Tahfidh Puteri Bambu Kuning Tanggul mengambil tema ‘Merangkai Indahnya Kebersamaan dengan Semangat Ukhuwah’. Tampil sebagai pembicara Dra Hj Nurul Qomariyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah Jember.

Nurul Qomariyah  menyampaikan, salah satu nikmat yang harus disyukuri oleh warga Aisyiyah Tanggul adalah nikmat kompak. Dalam penilaian PDA Jember, Tanggul salah satu cabang yang maju pesat.

iklan

”Bisa jadi PDA Jember harus banyak belajar dari Aisyiyah Tanggul. Setiap saya membuka grup WA PCA Jember selalu ada kegiatan dari Tanggul, Tanggul lagi, Tanggul lagi,” ujar Nurul disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.

Dia menerangkan ukhuwah dan kekompakan itu modal sukses. Seperti persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshor. Muslim Madinah menolong Muhajirin dengan memberi harta dan ruma. Bahkan ada yang lebih ekstrem, istri pun mereka tawarkan.

”Demi rasa cinta kepada saudara, bapak-bapak menawarkan menceraikan salah satu istrinya untuk dinikahi saudara barunya. Apa ibu-ibu siap seperti itu?” tanya Nurul.

Kontan kebanyakan ibu-ibu menjawab tidak siap. Hanya sebagian kecil menjawab siap dengan cekikikan. Melihat reaksi tersebut, Nurul tersenyum sambil berkata, ”Mengapa  kalau membicarakan poligami masih menakutkan buat ibu-ibu.”

Lantas dia bercerita curhatan seseorang yang tekun shalat tahajud. ”Usianya sudah lima puluh delapan tahun. Dua tahun lagi pensiun. Semula rumah tangganya adem ayem. Saling menyayangi. Tapi semua berubah ketika dia membaca pesan di WA suami yang bertuliskan, iya sayang. Nah di sinilah setan membisikkan rasa waswas. Semua menjadi berubah. Termasuk sikapnya kepada suami. Jangan-jangan suamiku selingkuh. Intinya dia cemburu berat,” tutur Nurul.

Menurut dia, kalau sudah begini apa untungnya. Usia segitu seharusnya berpikir bagaimana mengumpulkan bekal untuk kehidupan akhirat. ”Akhirnya saya sarankan meminta maaf kepada suaminya. Alhamdulillah setelah itu kehidupan berjalan seperti semula. Duh, sudah tua kok cemburuan. Seperti gak paham dengan suaminya saja,” kata Nurul disambut dengan tawa seisi ruangan. (Humaiyah)