Ternyata Pikiran Adalah Pengendali Utama Kesuksesan

61
Pasang Iklan Murah
Faqih Syarif dalam motivasi pendidikan di Wisuda XVI Spemdalas (Ichwan Arif/PWMU.CO)

PWMU.CO – Hambatan yang tidak tampak lebih dahsyat dari pada yang kelihatan terang. Hambatan yang tidak kelihatan itu dinamakan pikiran.

Dr Faqih Syarif menyampaikan itu pada Wisuda XVI SMP Muhammadiyah 12 GKB, di Convention Hall Graha Sarana PT Petrokimia Gresik, Selasa (25/6/19).

iklan

Faqih menjelaskan pikiran memegang kendali utama dalam alur kesuksesan seseorang. Salah dalam memilih pikiran akan membuyarkan masa depan.

“Tahu cerita Thomas Alva Edison masa kecilnya saat masih menempuh belajar di sekolah?” tanya dia di hadapan 210 wisudawan 210, orangtua, dan undangan.

Faqih bercerita, Thomas Alva Edison bukanlah orang pandai yang selalu dapat ranking pertama di sekolahnya. Sang penemu lampu pijar ini malah di bawah rata-rata. Bisa dibilang anak kurang pandai. Bahkan Thomas kecil dapat surat dari sekolah yang mengklaim ketidakmampuan dia.

“Di sinilah pikiran ibu Thomas yang sangat luar biasa. Sang ibu pun mengatakan pada Thomas ketika bertanya tentang isi surat dari sekolah. Sang ibu berujar bahwa Thomas adalah anak pandai. Dalam hati sang ibu pun berujar bahwa saya siap mendidik dan mengajar Thomas sampai dia nanti sukses,” paparnya.

Faqih ingin menggarisbawahi dengan pikiran sang ibu, motivasi terbentuk. Keinginan untuk menjadikan Thomas sukses muncul. Gayung bersambut, Thomas pun memiliki motivasi yang sama. Sampai pada akhirnya, dalam kisah peradapan manusia, Thomas Alva Edison berhasil mengukir namanya dalam ribuan penemuan dari pikirannya.

Dia mengatakan pikiran positif, motivasi, dan doa seorang ibu akan mampu menjadikan jalan sukses itu lebih mudah untuk diraih dan digenggam.

“Anak-anakku yang hari ini diwisuda harus mampu memilih pikiran positif. Muliakan orangtua karena doa-doa mereka adalah salah satu kunci sukses. Selamat atas wisuda, ingat perjalanan untuk raih masa depan masih panjang, butuh energi positif, pikiran positif untuk menjemput cita-cita,” ujarnya. (Ichwan Arif)