Ditekan dari Atas dan Bawah, Akhirnya Sukses Wujudkan Impian Sekolah yang Diminati

129
Pasang Iklan Murah
Teguh Abdillah (tengah) ketika menyampaikan materi. (Ani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kepala SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudr1) Teguh Abdillah SPd menyatakan impian itu bisa diubah menjadi kenyataan.

Teguh menyampaikan itu di acara sharing session Rapat Kerja (Raker) SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwr1), Jalan Kandangasin Wringinanom, Kamis (27/6/19).

iklan

Guru kelahiran Sidoarjo itu menceritakan bagaimana ia memimpin SD Mudr1 yang berdiri dua tahun lalu di Perumahan Kota Baru Driyorejo, Gresik.

Dia menuturkan, pada tahun 2010 SD Muwd1 adalah sekolah yang diimpikan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Driyorejo. Karena masih impian, pada tahun 2015 ditanyakan wali murid TK ABA 38 yang berada dalam satu komplek. “Sehingga pada tahun 2017 diwujudkan paksa sampai sekarang,” jelasnya.

Dia mengatakan, sebenarnya grogi menceritakan kesuksesan di forum tersebut. Mengingat usia sekolahnya lebih muda dari pada SD Muwr1.

“Saya berangkat ke sini tadi di ikuti malaikat dan setan. Setan berbisik di benak saya kalau saya ini tidak pantas memberikan pengalaman karena masih muda dibanding SD Muwr1. Tapi di sisi malaikat berbisik sampaikan apa adanya dengan SD Mudr1, mengapa bisa dipercaya masyarakat,” jelasnya.

Hal itu terlihat dari jumlah siswa SD Mudr1 yang terus meningakat. Tahun pelajaran 2017/2018 dapat 34 siswa (2 kelas); 2018/2019 ada 71 siswa (3 kelas), dan tahun pelajaran baru 2019/2020 dapat 75 siswa (3 kelas).

Pria yang mempunyai semboyan ‘Sendiri Tiada Arti, Bersama Kita Bisa’ ini menyampaikan, sebagai kepala sekolah yang baru berdiri dirinya merasa mendapat banyak tekanan, baik dari atas maupun bawah. “Dari atas di target oleh Majelis Dikdasmen untuk mewujudkan sekolah yang mempunyai program baru dan unggul. Dari bawah ditanya oleh wali murid sarana dan prasarana yang masih minim,” ungkapnya.

Tetapi, sambungnya, dengan adanya semangat jihad kepada Muhammadiyah tugas seberat apapun kita jalani dengan senang hati. “Jangan sampai di belakang suami yang sukses terdapat istri yang stres,” ujarnya disambut tawa peserta. (Ani Ummu Aida)