Audiensi BFS dengan KNKS untuk Pengembangan Fintek Syariah

206
Tim BFS beraudiensi dengan KNKS terkait sinergi pengembangan fintek syariah. (Dian for PWMU.CO)

PWMU.CO – Berkah Fintech Syariah (BFS) mendapat kesempatan bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) di Jakarta, Kamis (27/6/19).

Founder dan Komisaris BFS Dian Berkah mengatakan, kesempatan ini sangat berharga karena berawal dari pertemuan dirinya dengan Direktur Pendidikan dan Riset Keuangan Syariah KNKS Dr Sutan Emir Hidayat saat pengukuhan guru besar Prof Raditya Sukmana di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Sabtu (22/6/19) lalu. Saat itu, Dian mengenalkan BFS sebagai finansial teknologi (fintek) syariah pertama di Jawa Timur, yang salah satu Dewan Pengawas Syariah (DPS) nya adalah Prof Raditya Sukmana.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya itu mengatakan, BFS akan membantu merealisasikan gagasan yang ditawarkan dalam pengukuhan guru besar tersebut dengan fokus kepada gerakan wakaf tunai dan peternakan yang berbasis pondok pesantren. “Alhamdulillah Dr Emir bersedia datang dan berdiskusi di Kantor BFS di Premium Office 9 Blv Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga:  BFS Tandatangani Pakta Integritas sebagai Fintek P2P Lending Syariah

Menindaklanjuti pertemuan di Surabaya, tim BFS melakukan audiensi ke kantor KNKS di Jakarta. “Kami sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan untuk menjelaskan tentang BFS dan fokus bisnisnya, terkait gagasan untuk mewujudkan bank wakaf dan pendanaan mudharabah peternakan berbasis pondok pesantren di Jawa Timur,” jelas Dian.

SMA Muhammadiyah 1 Taman

Turut hadir dalam diskusi tersebut Ikhwan Abidin dan Martin Chen. Keduanya merupakan Senior Advisor dan Consultant BFS. Direktur Inovasi Produk, Pendalaman Pasar, dan Pengembangan Infrastruktur Sistem Keuangan Syariah KNKS Dr Ronald juga turut meramaikan diskusi itu.

Baca Juga:  Anggota DPS BFS Raditya Sukmana Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ekonomi Islam Unair

Emir sangat mengapresiasi jika ada ide inovatif dari BFS terkait pengembangan produk keuangan syariah apalagi jika produk yang akan dikembangkan BFS matching dengan masterplan ekonomi syariah Indonesia (MEKSI) dan quick wins KNKS.

Diskusi ini ditutup dengan penyerahan buku masterplan ekonomi syariah Indonesia (MEKSI) 2009-2024. “Semoga dapat bersinergi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global. Ini selaras dengan misi BFS ‘Start from Surabaya to the world’,” harap Dian. (Vita)