Guru Panceng Mencari Ilmu hingga ke Pesantren Ini

40
Pasang Iklan Murah
Ustadz Hari Susandi, tengah, bersama ustadz-ustadzah TPQ Muhammadiyah Campurejo Panceng. (Ulin Nuha/pwmu.co)

PWMU.CO- Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Muhammadiyah Campurejo Panceng Gresik mengadakan pelatihan metode Tilawati untuk asatidznya, Kamis (4/7/2019).

Kepala TPQ Muhammadiyah Campurejo Nurkhan menjelaskan, up grading diadakan di Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya sambil silaturrahim dan kunjungan ke sana.

iklan

”Pembelajaran Alquran metode Tilawati kita letakkan di Pesantren Nurul Falah untuk mempererat tali silaturahim dengan lembaga kita,” katanya.

Di samping itu, ujar dia, teman-teman asatidz agar mengenal lebih dekat para pengelola dan Pesantren Alquran Nurul Falah sebagai pusat pembelajaran Alquran metode Tilawati.

Pukul 08.30, rombongan tiba di kampus Ketintang Timur PTT Gang V-B.  Ada sepuluh ustadz yang mengikuti up grading ini. Yaitu Nurkhan, Labib Nur Habibi, Fathimah Budiwati, Himatul Fatmah, Sulchah, Sunakha, Nur Lailatul Hikmah, Muzdalifah, Nailatul Mufidah, Lina Supriyatin.

Sambutan hangat diberikan Ustadz Hari Susandi beserta para asatidz Nurul Falah. Dalam sambutannya Ustadz Hari Susandi menyampaikan, dulunya yayasan ini bernama Pesantren Virtual Nurul Falah dan ngontrak. Akhirnya bisa membangun gedung sendiri dan bernama Pesantren Alquran Nurul Falah.

”Walau bernama pesantren tapi tidak ada santri yang tinggal di sini. Mereka berada di rumahnya masing-masing, tapi sifatnya hanya mukim beberapa hari karena mengikuti Diklat Alquran beberapa hari di sini,” terangnya.

”Alhamdulillah sekarang sudah berdiri TK Islam Nurul Falah. Insya Allah sekarang sedang membangun gedung lantai tiga untuk kelas tahfidh mahasiswa,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya dia berpesan, menjadi guru Alquran metode Tilawati syaratnya, pertama, mampu memberi  dorongan dan semangat belajar serta menggerakkan santri menjadi anak yang lebih baik.

Kedua, menjadi uswatun hasanah kepada santrinya baik perkataan maupun perbuatan. Ketiga, tidak mempermasalahkan khilafiyah atau perbedaan metode mengaji maupun hal lain yg dapat mengurangi nilai ukhuwah islamiyah.

Keempat, berakhlak mulia dan rajin ibadah terutama ibadah mahdhoh.  Dan kelima, selalu mendoakan santrinya dan sesama ustadz serta lembaganya. (Ulin Nuha)