Ideologisasi Paham Muhammadiyah: Majelis Tarjih dan Tajdid Produsen, Majelis Tabligh Marketing

43
Pasang Iklan Murah
Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid ketika membuka acara. (Aan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid membuka Kajian Dua Bulanan Bedah Buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Jilid III yang diadakan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PWM Jatim.

Agenda yang diikuti oleh ratusan ulama tarjih Muhammadiyah se-Jatim itu terselenggarakan di Aula Mas Mansyur Gedung Muhammadiyah Jatim Jalan Kertomenanggal IV/1 Surabaya, Sabtu (6/7/19).

Nadjib menerangkan, Majelis Tarjih dan Tadjid (MTT) sejatinya memiliki fungsi strategis dalam gerakan ideologisasi paham dan pemikiran Muhammadiyah ke tengah masyarakat.

Sayangnya, kata dia, fungsi ideologisasi itu belum bisa optimal lantaran banyak putusan tarjih yang tidak tersosialisasikan dengan baik ke tengah masyarakat.

“Kelamahan kita adalah putusan tarjih tidak ditindaklanjuti dengan sosialisasi secara masif. Juga kebutuhan sosialisasi rata-rata tidak dicukupi oleh setiap level pimpinan,” ujarnya.

Nadjib menyebut, kondisi demikian membuat ekspansi ideologi Muhammadiyah ke tengah masyarakat kalah masif dibandingkan dengan ormas Islam lainnya. Pasalnya, banyak ormas telah melakukan eskpansi ideologi secara masif hingga ke dunia maya.

“Harus diakui kita kalah masif dibanding lainnya soal ekspansi ideologi ini. Bahkan, masyarakat yang merujuk pada produk tarjih masih belum banyak. Terutama mereka yang mencari panduan keagamaan di dunia maya” ungkapnya.

Maka, pria asa Lamongan itu mendorong, MTT bisa memerankan fungsi strategisnya dalam proses ideologisasi paham dan pemikiran Muhammadiyah ke tengah masyarakat.

“Majelis Tarjih dan Tabligh ini adalah produsen soal pemikiran keagamaan. Sedangkan masyarakat saat ini butuh panduan keagamaan tentang ibadah dan lainnya. Nah, kita tinggal kemas produk-produk tarjih dengan baik. Insyaallah, produk tarjih tersosialisakan secara baik. Ideologisasi ke tengah masyarakat juga dapat berjalan,” tuturnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya produk-produk ulama tarjih sangatlah ditunggu oleh masyarakat. “Hanya saja kita butuh memanajemen dan mengemas produk tarjih yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat bawah,” tegasnya.

Nadjib pun menyarankan MTT mau bersinergi dengan majelis dan lembaga lainnya untuk menyosialisasikan produk-produk tarjih. Mereka yang perlu digandeng adalah Majelis Tabligh, guru-guru dan kader ortom.

“Majelis Tarjih dan Tabligh sebagai produsennya dan Majelis Tabligh, guru-guru Muhammadiyah, serta lainnya bisa jadi marketingnya. Insyaallah, produk-produk tarjih tersosialisasikan dengan baik,” tandasnya. (Aan)