Tantangan Sekolah Besar, ketika Orientasi Guru dan Karyawan Sudah Berubah

354
Pasang Iklan Murah
Syaifulloh SPsi MPdI menyampaikan motivasi kepada guru dan karyawan SDMM. (Vita/PWMU.CO)

PWMU.CO – Tantangan sekolah-sekolah besar adalah ketika orientasi tenaga pendidik dan kependidikannya sudah berubah. Hal itu disampaikan konsultan pendidikan Syaifulloh SPsi MPdI dalam pembinaan guru dan karyawan di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik, Selasa (9/7/19).

“Jadi kalau ada ketidakpuasan atau ada sesuatu yang kurang berkenan, maka seharusnya kita dapat kembali pada visi sekolah kita,” ujar Saiful, sapaannya.

iklan

Ia mengatakan, kita seharusnya bisa mengukur sejauh mana program prioritas dan program operasional sekolah telah berjalan. “Misalnya apa saja yang harus dijalani seorang guru untuk menjadi guru expert,” kata dia mencontohkan.

Hal tersebut, lanjutnya, sangat penting ditentukan sehingga indikator unggul di sekolah kita benar-benar meaningful (bermakna). “Artinya apa? Misalkan ada 30 guru, siapapun yang ditunjuk, akan bisa membawa seorang anak berprestasi baik nasional maupun internasional. Tidak hanya satu guru saja, tapi merata,” jelasnya.

Menurutnya, itu membuktikan indikator unggul sekolah kita bisa dilihat. “Atau misalnya ada 10 keunggulan, tahun pertama mau mencapai keunggulan nomor berapa,” imbuhnya.

Pria kelahiran Jombang, 20 Juli 1968 itu menjelaskan, penting bagi guru untuk mengetahui manual mutu sekolah. “Sistem ini adalah salah satu bagian dari sistem sekolah, bagaimana guru secara berkelanjutan memiliki kualitas yang sama,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, guru juga harus memahami diagnosis kesulitan belajar siswa, sehingga tahu bagaimana men-create kurikulum supaya anak bisa paham. “Kenapa penting? Karena jika ada kesulitan yang sama, bisa menjadi bahan acuan dan pertimbangan, karena tidak semua kesulitan siswa itu bisa diatasi guru kelas,” paparnya.

Kepada 58 guru yang hadir, pria yang pernah bekerja di United States Agency for International Development (USAID) ini menyarankan untuk membuat refleksi mengajar setiap hari. “Ini bisa membantu kita menentukan apa yang harus kita lakukan dan apa yang harus kita selesaikan. Terutama anak-anak yang penyelesaian masalahnya berat,” tuturnya. (Vita)

Suasana pembinaan guru. (Vita/PWMU.CO)