Estafet Balon Licin, Siswa Spemdalas Latih Karakter Kerja Sama Tim

137
Pasang Iklan Murah
Ela Azyyati (berkaca mata) bersama tim saat menghitung balon yang berhasil dikumpulkan (Haifa Marta/PWMU.CO)

PWMU.CO – Terik matahari di Pantai Delegan, Panceng, Gresik begitu terasa tatkala 197 siswa kelas IX SMP Muhammadyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik mengikuti outbond dengan tema Better and Good Character, Rabu (4/9/19).

Tapi Ela Azyyati, cewek yang memiliki hobi nonton film Korea, ini mengaku sangat menikmati semua permainan yang diberikan guru. Meskipun harus berpanas-panas di pasir putih, dia masih tetap bersemangat menyelesaikan setiap permainan di masing-masing pos.

iklan

“Waktu mengikuti permainan estafet bola licin kesulitannya adalah mengoper balon yang sudah dilumuri sabun pencuci piring ke belakang,” ujar saat diwawancarai PWMU.CO usai kegiatan.

Di sini, ujanya, tim yang beranggotakan 12 siswa harus berhati-hati, jangan sampai jatuh. Hal ini akan berakibat gugur dan tim lawan akan menang.

Ela—sapaan akrabnya—menjelaskan harus ada strategis khusus. Semisal saat mengoper balon harus memastikan tangan teman kita sudah menerima. Selain itu, lanjutnya, gerakan harus cepat tapi harus hati-hati sehingga balon yang terkumpul di box plastik merah muda bisa banyak dan menang. “Harus cepat sesuai dengan batas waktu yang disediakan,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Salwa Syarifah Syihab. Cewek yang baru menerima penghargaan juara I Lomba Pidato Bahasa Arab yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jatim ini mengaku sangat enjoy ketika ikuti permainan.

“Dalam lomba ini kan cepat-cepatan maka sebelum permainan kita sudah siapkan trik biar menang. Balon tidak jatuh dan bisa mengumpulkan paling banyak,” kata cewek yang hobi baca ini.

Salwa menuturkan gerak cepat, bolon tidak jatuh, dan mengumpulkan paling banyan adalah kesepakan bersama satu tim sebelum lomba. “Ini yang kita praktikan. Hati-hati dan kerja sama tim menjadi kunci utama,” ujarnya. (*)

Kontributor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.