Aktivis Muhammadiyah di Malaysia Asal Laren Meninggal Dunia

266
Pasang Iklan Murah
Persiapan shalat jenazah untuk Munadzir di Surau Jawa Kampung Baru Kuala Lumpur. (Muntamakhin/PWMU.CO)

PWMU.CO– Kabar duka datang dari negeri jiran Malaysia. H. Munadzir Ahmad, kader Muhammadiyah asal Desa Godog Kecamatan Laren Lamongan yang merantau ke Malaysia meninggal dunia karena sakit, Senin (14/10/2019) pukul 23.30 Waktu Malaysia atau pukul 22.30 WIB.

Jenazah suami dari Hj. Sujiah  ini dishalatkan di Surau Jawa Kampung Baru Kuala Lumpur, Selasa (15/10/19) siang. Munadzir aktif di Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Kampung Baru.

Abdul Khozin, rekan sejawat, menjelaskan, meninggalnya H Munadzir Ahmad menjadi duka bagi keluarga besar PRIM Kampung Baru Kuala Lumpur.

Ketua Umum PRIM Muntamakhin mengatakan, dalam setahun ini PRIM Kampung Baru kehilangan dua  orang kuat dalam pergerakan. Sebelumnya Mahfud Kasmiadi. Sekarang H. Munadzir.

Dia berharap, meninggalnya dua kader tersebut semoga tidak mengurangi semangat dakwah kader persyarikatan di sini menjalankan program-programnya.

” H. Munadzir Ahmad sampai saat ini masih diamanati sebagai anggota Bidang Sosial dan Lazismu PRIM Kampung Baru,” katanya.

Banyak kiprah almarhum selama ini. Berdasarkan kesaksian Ustadz Moh Ali Imron, almarhum sebagai pelopor dan penggerak PRIM Kampung Baru.

”Sewaktu PRIM Kampung Baru mendirikan Taman Pendidikan Alquran  (TPA)  PRIMA yang beralamat di Kampung Baru Jalan Raja Alang Kuala Lumpur, almarhum yang menjadi donatur tetap,” tuturnya.

Menurut Ustadz Imron, almarhum termasuk orang yang sesibuk apapun sangat aktif datang apabila ada acara meskipun kadang hadir cuma sebentar. ”Almarhum juga dikenang banyak senyum dan tidak pernah marah. Dia sangat ramah,” kenang Ustadz Imron yang dalam PCIM Malaysia periode 2015-2019 menjabat sebagai Ketua Bidang Dakwah.

Kenangan terhadap almarhum Munadzir juga disampaikan oleh David Efendi MA. Menurut dosen di Prodi  Ilmu Pemerintahan FISIPOL UMY ini, sewaktu aktif di IPM/IRM Desa Godog, kalau minta sumbangan selalu diberi almarhum. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi remaja tempo dulu.

Putra tunggal almarhum, Farikh Assafri menceritakan, ayahnya menjadi salah satu inisiator penggalangan dan pembangunan Gedung MI Muhammadiyah 1 Godog.  Jenazah Munadzir dimakamkan di Desa Godog Rabu ini. (*)

Penulis Maslahul Falah  Editor Sugeng Purwanto