Begini Siswa Spemdalas Menjalin Pertemanan Global

186
Pasang Iklan Murah
Ahmad Fajrul Falah (kiri) dan Mohammad Dito Akmal Putra Dimas menunjukkan surat balasan untuk siswa Minami Gakuen Gimo Kyoiko School Jepang. (Anis Shofatun/PWMU.CO)

PWMU.CO – Korespondensi antara siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) dengan siswa Minami Gakuen Gimo Kyoiko School Jepang terus terjalin.

Seperti yang dilakukan oleh siswa Spemdalas pada hari ini Senin(21/10/19) siang. Bertempat di Sinergy Room, mereka menulis surat balasan terhadap 42 surat elektronik siswa Minami Gakuen Gimo Kyoiko School yang dikirimkan oleh Chizuru Yagi ke email sekolah tanggal 15 Oktober 2019 lalu.

Hal ini membuat 29 siswa Spemdalas yang mengikuti kegiatan Study in Japan pada 16-21 September 2019 lalu tampak riang. Mereka serasa berinteraksi langsung dengan para teman barunya itu.

Seperti yang disampaikan oleh Ahmad Fajrul Falah kepada Meari Tomita. Siswa kelas VIII ICP ini mengungkapkan pengalaman berharganya dapat belajar bersama di ruang kelas di Minami Academy dan saat berkolaborasi dalam Sora Dance. “When we dance your Sora Dance, we were very Happy to. When we have lunch, we are having fun with you. I Hope we can learning collaboration again. May be you can visit to our country Indonesia,” tulisnya.

Dia mengatakan, “Ketika kami menari Sora Dance bersama kalian, kami sangat senang. Dan ketika kami makan siang bersama, kami juga merasa bahagia. Saya berharap kita bisa belajar bersama lagi. Mungkin Anda bisa berkunjung ke negara kami Indonesia.”

Begitu pula yang disampaikan oleh Momo Takeshita, dalam surat yang ia kirimkan kepada siswa Spemdalas. Momo menyampaikan kekagumanya akan keragaman budaya Indonesia dan keterampilan komunikasi bahasa Inggris siswa Spemdalas. “The time we gather was very interesting. Every one’s your performance was also amazing. You all speak good english. I should have studied english more to speak with you on the day.”

Maksudnya, “Saat kita bersama itu sangat menyenangkan, setiap penampilan kalian luar biasa. kalian semua sangat bagus komunikasi bahasa Inggrisnya. Saya berharap bisa belajar bahasa inggris bersama suatu hari.”

Mirza Anindia Widyastuti saat memberikan kartu nama kepada siswa Minami Gakuen Gomo Kyoiko School Jepang (Anis Shofatun/PWMU.CO)

Tidak hanya melalui kegiatan surat menyurat elektronik, komunikasi dan keakraban antara siswa Spemdalas dan Minami ini terjalin. Sejak saling bertukar kartu nama saat lawatan ke sekolah yang terletak Kasama Ibaraki Jepang sebulan yang lalu itu, mereka pun saling berinteraksi melalui media sosial Instagram (IG).

Seperti yang dilakukan oleh Mirza Anindita Widyastuti dengan Yumeka. Di antara keduanya saling bertukar informasi tentang Indonesia-Jepang dan saling bercanda mengingat pengalaman unik saat mereka bersama di Jepang. “Kami saling chat dan kadang bertukar pengalaman baru bersama, semoga silaturahim tetap terus terjaga dan mereka bisa berkunjung ke Indonesia,” kata siswa kelas IX D ini.

Bahkan di antara mereka ada yang saling berkomunikasi secara pribadi melalui email. Seperti yang dilakukan oleh Tokoyama dan Ilham Aditya Wibowo. Mereka berdua saling menyampaikan kesannya saat berkolaborasi di Jepang. “I think your dance was more fast than our dance (Saya berpikir tarian kamu lebih cepat dari pada tarian kami),” kata Ilham menirukan yang disampaikan oleh Tokoyama dalam emailnya.

Ilham menceritakan, ternyata di antara siswa dari kedua sekolah ini menilai tarian budaya antara Sora Dance yang menggambarkan spirit nelayan Jepang dan tarian Nusantara dari lima provinsi yaitu Sumatera, Kalimantan, Bali, Jawa dan Papua sama-sama menarik dan unik serta kompleks. Sora Dance iramanya begitu cepat dan membutuhkan energi yang ekstra. Tarian nusantara beragam gerakanya dan kompleks.

“Alhamdulillah, menambah banyak teman dan kita semakin bisa open mind dan melihat dari berbagai sudut pandang tentang budaya dan penilaian seseorang,” ujar siswa peraih medali perunggu pada HIMSO 2019 tingkat nasional ini.

Kegiatan korespondensi di antara siswa Minami Gakuen Jepang dan Spemdalas Indonesia ini memberikan kesan yang berarti bagi siswa Spemdalas.

Seperti yang disampaikan oleh Mohammad Dito Akmal Putra Dimas. Dia merasa bahagia bersyukur bisa berkunjung ke Jepang dan memperoleh pengalaman berharga belajar bersama siswa Minami. Mesti harus membawa banyak obat dan berkali-kali berurusan dengan pihak imigrasi akibat penyakit Anemia hemolitic yang ia derita.

“Saya senang, dengan surat yang dikirimkan teman dari Jepang ini bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh mereka saat kita berkunjung kesana,” katanya sambil tersenyum bahagia menunjukan surat balasan untuk Yuki Aoki, teman korespondensinya.

Sementara itu, guru bahasa Inggris Minami Gakuen School, Chizuru Yagi menyampaikan keinginanya untuk menjalin learning collaboration dalam pembelajaran bahasa Inggris jarak jauh bersama Spemdalas. Hal inipun mendapatkan respon langsung dari bidang kurikulum Spemdalas yang akan memfasilitasi pembelajaran English lesson jarak jauh dengan Minami Academy Student pada hari Jumat mendatang. (*)

Kontributor Anis Shofatun. Editor Mohammad Nurfatoni.