Din Syamsuddin: Maaf Pak Haedar, jika Kami yang Masuk Surga Duluan!

22712
Pasang Iklan Murah
Din Syamsuddin di Lamongan. (Hendra Hari Wahyudi/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr HM Din Syamsuddin MA didualat menjadi penceramah dalam Tabligh Akbar yang diadakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karanggeneng Lamongan, Ahad (27/10/19). Acara yang digelar di SMA Muhammadiyah 5 Karanggeneng ini dihadiri para tokoh, ratusan warga, dan simpatisan Muhammadiyah.

Dalam ceramah untuk memperingati Milad Ke-107 Muhammadiyah itu, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pondok Labu, Jakarta Selatan, ini menyampaikan bahwa ber-Muhammadiyah itu harus berkemajuan dengan mengharap ridha Allah semata.

“Tidak ada umat Muhammadiyah yang berharap lain selain ridha Allah. Selain itu, mohon maaf, kita yang ada di ranting insyaallah yang masuk surga duluan,” seloroh Din yang disambut tawa hadirin.

“Jadi, Pak PCM, PDM, PWM, Pak Haedar, mohon maaf, kami duluan yang masuk surga. Karena apa? Karena kami yang di ranting yang bersentuhan langsung dengan umat yang ada di bawah. Yang duluan masuk surga Pimpinan Ranting, PCM, PDM, PWM, bahkan PP belakangan,” ucap Din. Sontak para undangan yang hadir tertawa sembari memberikan tepuk tangan. Haedar Nashir adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah 2015-2020.

“Karena tadi, kita ber-Muhammadiyah itu tujuannya tidak ada yang lain selain mengharap ridha Allah. Dan Nabi Muhammad SAW sudah mewasiatkan kita dua hal yakni Alquran dan Assunah yang di mana kita tidak akan tersesat jika berpegang teguh kepada keduanya,” terang Din.

“Mari kita sebagai umat Islam, umat Muhammadiyah, turut mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tema milad ke-107 Miladiyah. Dan mari mewujudkan umat Islam yang berkemajuan, jangan berkemunduran,” pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tahun 2005-2015 itu.

Kalau berkemunduran seperti, sambungnya, kita akan kalah dengan umat Yahudi. Umat Yahudi yang jumlahnya seluruh dunia sekitar 25 juta namun mereka mampu mengobrak-abrik dunia.

“Umat Muhammadiyah, kira-kira ada 35 juta. Bayangkan saja, kalau kita semua berkemajuan dalam bidang masing-masing, yang 25 juta tidak ada apa-apanya,” ungkap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tahun 1989-1993.

“Mari kita berkemajuan dalam turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga umat Islam yang jumlahnya besar secara kuantitas, juga besar dalam segi kualitas,” ujarnya. (*)

Kontributor Hendra Hari Wahyudi. Editor Mohammad Nurfatoni.