Empat Pesan Ketua Umum PP FGM untuk Guru Muhammadiyah demi Kemajuan Pendidikan Indonesia

683
Pasang Iklan Murah
Pahri saat memberikan sambutan. (Anis Shofatun/PWMU.CO)

PWMU.CO – Guru Muhammadiyah harus membawa aura dan semangat positif kepada guru-guru, baik di daerah yang sekolahnya sudah maju ataupun belum. Aura semangat seseorang akan menggiring kepada 90 persen kesuksesan.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Forum Guru Muhammadiyah (FGM) H Pahri SAg MM pada pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis Perlindungan Profesi Guru MuhammadiyHah di Hotel Lor Inn Surakarta, Rabu (27/11/2019).

Kegiatan ini dapat diselenggarakan atas kerjasama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, serta Pimpinan Pusat FGM.

Terhadap 350 peserta yang hadir dari 34 propinsi di Indonesia, Pahri menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan guru dalam memajukan pendidikan di Muhammadiyah.

Pertama, guru Muhammadiyah harus berjiwa besar. Tidak bisa dipungkiri kemajuan dalam bidang pendidikan telah hadir seiring dengan lahirnya organisasi Muhammadiyah yakni tanggal 18 Nopember 1912 silam.

“Sosok guru Muhammadiyah telah dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan dengan jiwanya yang besar, berpikir maju, dan berani bangkit dari keterpurukan,” katanya.

Baca Juga:  Pelajar NU pun Bisa Juara di Sekolah Muhammadiyah: Gema Muharram 1439 H di SD Muda Ceria

Kedua, guru Muhammadiyah harus berkarakter. Karakter-karakter jujur, disiplin, tertib dan berpenampilan meyakinkan selayaknya tercermin dalam diri guru Muhamamdiyah. “Sekolah maju bila tampilannya meyakinkan,” jelasnya.

” Ciri sekolah Muhamamdiyah yang maju, maka kepala sekolahnya berpikir jauh ke depan, gurunya bangga menjadi guru Muhammadiyah dan memiliki performance yang baik dan enak dipandang mata termasuk cara berpakainnya,” imbuhnya.

Berkreativitas dan berinovasi menjadi hal penting ketiga yang harus dilakukan oleh guru Muhamamdiyah. Pria asli Madura ini menegaskan sebagai seorang guru khususnya di sekolah Muhammadiyah harus memiliki keberanian melangkah untuk keluar dari pakem yang ada.

“Guru Muhamamdiyah jangan ada lagi yang tanya juknis dan SOP dalam pembelajaran,” tegasnya.

Menurut Pahri kebebasan berkreativitas dan berinovasi dalam pembelajaran menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh guru dan sekolah Muhamamdiyah agar terus maju dan diminati oleh masyarakat.

“Sekolah Muhammadiyah tak akan pernah maju kalau tidak berkreativitas dan berinovasi,” katanya dengam penuh semangat.

Baca Juga:  Rembuk Nasional FGM Diharapkan Hasilkan Terobosan Peningkatan Profesionalisme Guru

Keempat, guru Muhammadiyah harus dapat mengusai informasi dan teknologi (IT). Pada kondisi saat ini terjadi lompatan perubahan secara besar-besaran. Maka menurut Pahri, dengan menguasai IT akan semakin sepat dapat merespon setiap perubahan yang terjadi di sekililingnya. “Guru Muhamamdiyah harus melek IT, jangan sampai tertinggal informasi,” ujarnya.

Pahri menyatakan dengan spirit perubahan di empat hal itu, kemajuan arah pendidikan Muhamamdiyah akan tumbuh dengan cepat dan tetap eksis. Dia juga menghimbau agar sesama guru Muhammadiyah dapat saling bergandeng tangan untuk dapat memajukan masa depan anak, bangsa, dan negara Indonesia.

Kegiatan Bimtek ini akan berlangsung selama tiha hari mulai Rabu-Jumat (27-29/11/2019). Pada kegiatan ini akan dihadiri oleh Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof Dr H Baedhowi MSI, Direktorat Jenderal GTK Kemendikbud RI Dr Supriano MEd, Prof Dr Ir Qomariyatus Sholihah Amd Hyp ST MKes IPU dari Unibraw, dan tim dari Pustekom Jakarta. (*)

Kontributor Anis Shofatun. Editor Mohammad Nurfatoni.