
PWMU.CO – Program One Pesantren One Pr0duct (OPOP), terus menggeliat. Sejak dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa empat bulan yang lalu, produk-produk pondok pesantren (ponpes) mulai bermunculan.
Seperti yang terlihat dalam kegiatan OPOP Expo yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Timur, di JX International Surabaya, Kamis-Sabtu (28-30/11/19).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Dr Mas Purnomo Hadi dalam pembukaan Talkshow Pembiayaan dalam Rangka Mendukung OPOP, Kamis (28/11/19), menyampaikan bahwa ada 22 persen koperasi di Jawa Timur, termasuk yang dimiliki ponpes, kondisinya hidup segan mati pun tak mau.
“Koperasi pondok pesantren tidak boleh mati, karena keberadaannya sangat dibutuhkan oleh santri dan masyarakat,” kata Hadi. Dia berjanji membantu, memantau, dan membina koperasi yang ada di pesantren.
“Keberadaan koperasi pesantren (kopontren) juga dalam rangka menekan ‘bank titil’ yang masih menjamur. Maka yang akan kami utamakan adalah kualitas agar bisa bersaing dengan produk lain,” urainya.
Untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur menggandeng Bank Jatim unit syariah, untuk memberikan pinjaman dengan sistem bagi hasil.
Dalam pantauan PWMU.CO, terdapat puluhan ponpes di Jawa Timur yang ikut memamerkan produknya. Seperti Ponpes Manbaul Ulum Gresik dengan produk Legend Trend, ada produk kopi Universitas Islam Madura. Ada juga stand Ponpes Al-Azhar Jember. Dari Lamongan ada Ponpes Sunan Drajat Paciran dan juga Ponpes NU Kedungpring.
Sayangnya, tidak ada ponpes Muhammadiyah di Jawa Timur dalam OPOP Expo, karena belum menjadi anggota OPOP. (*)
Kontributor Mohamad Su’ud. Editor Mohammad Nurfatoni.