Karya Prof Haedar Nashir Akan Selalu Ditunggu Akademsi dan Masyarakat Luas

91
Pasang Iklan Murah
Didi Achjari saat menyampaikan sambutan (Nely Izzatul/PWMU.CO)

PWMU.CO – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah V Prof Dr Didi Achjari SE MCom Ak CA mengucapkan selamat atas anugerah sekaligus amanah yang diperoleh Dr H Haedar Nashir MSi sebagai guru besar.

Hal itu disampaikan pada acara Pengukuhan Guru Besar Haedar Nashir di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kamis, (12/12/19).

“Kami turut bergembira bahwa akhir tahun ini di UMY telah bertambah satu guru besar. Sehingga jumlah guru besar di LL Dikti Wilayah V ini bertambah menjadi 59 orang,” tuturnya.

Baca Juga:  Almarhum Bahtiar Effendy di Mata Din Syamsuddin: Dia Penasihat Politik Saya

Pidato pengukuhan Haedar dengan judul Moderasi Indonesia dan Keindonesiaan: Perspektif Sosiologi menurut Didi tentu dapat memberikan wawasan pengetahuan serta pengaruh positif tentang sosiologi di Indonesia.

“Posisi Prof Haedar sebagai dosen, ilmuan, dan juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memotret kehidupan bangsa Indonesia melalui karyanya tentu akan selalu ditunggu oleh para akademisi dan masyarakat luas,” tegasnya.

Didi Achjar mengatakan, ibarat peribahasa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, bagi seorang dosen sudah selayaknya yang akan diingat adalah karya-karyanya, baik dalam bentuk publikasi, jurnal, atau yang lain.

Baca Juga:  Ketua PP Muhammadiyah Bahtiar Effendy Wafat, Ini Kenangan Haedar Nashir

“Dengan kepiawaian Prof Haedar Nashir, tentu karya-karyanya akan selalu ditunggu untuk menghiasi khalayak luas, khususnya bagi akademisi yang bergerak di bidang sosiologi,” imbuhnya.

Maka, Didi menambahkan, semoga dengan bertambahnya guru besar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dia berharap dapat secara khusus meningkatkan mutu pendidikan di dalam kampus.

“Sekali lagi selamat kepada Prof Haedar Nashir beserta keluarga, juga kepada keluarga besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta,” tutupnya. (*)

Kontributor Nely Izzatul. Editor Mohammad Nurfatoni.