Akreditasi 2020 Pakai Instrumen Baru, Ini Sekolah Sasaran

9216
Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Jatim Phonny Aditiawan Mulyana
Phonny Aditiawan Mulyana menjelaskan sistem baru instrumen Akreditasi Tahun 2020 dan sekolah sasaran. (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Akreditasi 2020 akan menggunakan instrumen baru. Sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jawa Timur yang menjadi sasaran diminta menyiapkan diri sebaik-baiknya.

Imbauan itu disampaikan Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Phonny Aditiawan Mulyana SE MM, melalui PWMU.CO, Rabu (8/1/20) pagi.

Menurut dia, kesiapan sebaik mungkin itu diperlukan mengingat tahun ini akreditasi menggunakan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan (IASP) 2020, versi terbaru.

“IASP 2020 memiliki paradigma penilaian yang berbeda dengan instrumen sebelumnya. Karena akan fokus pada performance (kinerja) dan bukan sebatas compliance (pemenuhan) seperti akreditasi sebelumnya,” ujar Anggota Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) Propinsi Jawa Timur itu.

Baca Juga:  Pro-kontra Wacana Mendikbud soal Full Day School Sudah Melenceng dari Substansi

Upaya Majelis Dikdasmen

Karena itu, sambungnya, Majelis Dikdasmen PWM Jatim akan segera melakukan sosialisasi dengan menghadirkan nara sumber dari BAN SM Jatim untuk memastikan pemahaman dan kesiapan sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Jatim.

Selain sosialisasi pihaknya juga akan menindaklanjutinya dengan melakukan pendampingan ke sekolah dan madrasah Muhammadiyah dengan menugaskan asesor-asesor Muhammadiyah yang sudah berpengalaman.

“Pendampingan ini dilakukan dengan memeriksa kesiapan dokumen akreditasi, penyamaan pemahaman tim akreditasi sekolah dan simulasi visitasi akreditasi untuk mengetahui kesiapan dan kekurangan sekolah dan madrasah,” jelasnya.

Dengan upaya-upaya itu dia berharap sekolah Muhammadiyah yang menjadi sasaran akreditasi bisa mendapatkan hasil yyang maksimal. “Semoga mendapat hasil terbaik,” ujarnya.

Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya ini juga menekankan agar tidak ada sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang sudah masuk kuota tapi menolak dan keberatan divisitasi. “Karena akan berdampak sistemik pada status sekolah ke depannya,” pesannya.

Phonny Aditiawan Mulyana ada 205 sekolah dan madrasah Muhammadiyah Jatim yang masuk kuota akreditasi 2020. Rinciannya: SD 42, MI 25, SDLB 2, SMP 69, MTs 23, SMPLB 2, SMA 14, SMK 29, dan MA 1. (*)

Penulis/Editor Mohammad Nurfatoni.

SMA Muhammadiyah 1 Taman