
PWMU.CO-Generasi Islam yang kuat hendaknya mampu dibangun umat muslim. Generasi Islam yang kuat iman, ekonomi dan kekuatan politik sehingga bisa menjadi pelaku dakwah yang disegani di dunia ini.
Demikian inti pesan yang disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lamongan Drs H Shodiqin MPd dalam pengajian di acara Gebyar Muhiba yang digelar SMA Muhammadiyah1 Babat (SMA Muhiba), Ahad (16/2/2020).
Kemudian dia membacakan surat an-Nisa ayat 9, hendaklah orang-orang takut jika meninggalkan generasi yang lemah, maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berkata dengan perkataan yang benar.
”Hendaklah kita takut meninggalkan generasi lemah iman, lemah ekonomi, lemah pengetahun politik, sehingga menjadi objek, bukan pelaku atau pemain,” tandas sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini.
Karena itu, sambung dia, mari mengader generasi Islam yang kuat sesuai dengan petunjuk ayat surat an-Nisa tadi. Ada cara untuk mengatasi masalah lemahnya generasi.
Caranya seperti disebut dalam surat di atas, dia menjelaskan, pertama, seruan bertakwa dengan menunjukkan peningkatan keimanan. Mengamalkan ajaran Islam. Kedua, berkata benar. Ini mencerminkan pembentukan karakter dasar Islam yakni jujur. Bukan generasi pembohong.
Apresiasi untuk Gebyar Muhiba
Dia juga mengucapkan selamat kepada peserta yang berani berkompetisi di kegiatan Gebyar Muhiba. Mungkin ada peserta yang ditanya di sekolahnya ranking 1, 2, atau 3 di kelasnya. ”Di sini berkompetisi dengan beberapa sekolah, tentu nilai rankingnya lebih tinggi,” jelasnya.
Generasi yang hebat, dia menjelaskan, adalah generasi yang berkompetisi untuk menjadi juara. Paling tidak mempunyai mental juara. Untuk menjadi juara harus belajar tanpa henti.
”Kalau nanti menjadi juara harus tetap menjaga hati agar tidak sombong. Adapun yang belum juara, harus tetap memberikan apresiasi dengan mengucapkan selamat dan tidak ada kata-kata yang negatif atau menyalahkan orang lain,” tuturnya.
Dia memberi mengapresiasi kepada SMA Muhiba yang telah mengadakan kegiatan yang sangat bermanfaat meningkatan prestasi siswa dan sekolah lewat Gebyar Muhiba. Inilah salah satu cara mengader generasi Islam yang kuat.
Gebyar Muhiba diikuti pelajar dari 23 SMP/MTs se-eks Karesidenan Bojonegoro, ditambah SMP Muhammadiyah 1 Kota Malang, Cepu dan Blora.
Kegiatan ini sudah berlangsung enam kali. Tahun ini lomba yang diadakan seperti tahfidhul Quran, Olimpiade Soedirman, story telling, dan pidato bahasa Indonesia. Panitia acara ini melibatkan anak-anak IPM, Hizbul Wathan, dan PMR. (*)
Penulis Hilman Sueb Editor Sugeng Purwanto