Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H, Pondok Pesantren An-Nur Sidoarjo kembali menyelenggarakan program unggulan tahunan, Safari Dakwah Ramadan pada Senin (16/2/2025).
Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi santri kelas XI sebagai wujud implementasi visi pesantren dalam mencetak dai muda yang siap terjun langsung ke tengah masyarakat.
Tahun ini, Safari Dakwah Ramadan dilaksanakan di dua lokasi luar daerah, yaitu Desa Prajekan, Bondowoso, dan Kecamatan Wringinanom, Gresik. Program berlangsung selama dua pekan sejak awal Ramadan. Sebanyak 11 santri putra dan putri diberangkatkan ke Bondowoso, sementara tiga santri lainnya mengemban amanah dakwah di Gresik.
Kegiatan Safari Dakwah ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan juga bagian dari pembinaan karakter, mental, dan kemampuan komunikasi para santri.
Selama dua pekan, peserta tinggal bersama masyarakat dan terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti menyampaikan Kuliah Tujuh Menit (kultum), menjadi imam salat, mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), mendampingi pesantren kilat, hingga mengisi kajian Ramadan.
Di Desa Prajekan, rombongan santri disambut hangat oleh masyarakat setempat. Ketua Pimpinan Cabang Prajekan, Cunghariyono, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kehadiran para santri.
“Kita ini saudara sesama Muhammadiyah. Jika ada yang dibutuhkan, silakan langsung menyampaikan, jangan sungkan. Semoga para santri merasa betah di sini, dan jika memungkinkan bisa tinggal sepanjang Ramadan hingga hari raya, lebih dari 20 hari. Semoga kunjungan ini bukan yang pertama dan terakhir, melainkan dapat berlanjut untuk Safari Dakwah Ramadan berikutnya. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyambutan, dan terima kasih telah memilih tempat ini sebagai lokasi dakwah serta tempat pembinaan para santri,” ungkapnya.
Sambutan hangat tersebut menjadi sumber semangat tersendiri bagi para santri, yang merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Prajekan. Setiap malam, masjid desa semakin ramai dengan kehadiran warga yang antusias mengikuti ceramah dan tadarus bersama para santri.
Selain berdakwah, para santri juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami kondisi sosial masyarakat pedesaan, membangun kedekatan emosional, dan mengasah empati. Pengalaman tinggal bersama warga menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga dan tak ternilai.
Sementara itu, tiga santri yang ditugaskan di Wringinanom Gresik juga menjalankan peran serupa. Meski jumlahnya lebih sedikit, semangat dakwah tetap menyala. Mereka aktif mengisi kultum tarawih, membimbing anak-anak dalam kegiatan pesantren kilat, serta mendampingi remaja masjid dalam berbagai aktivitas Ramadan.
Warga Wringinanom menyambut baik kehadiran santri An-Nur. Kehadiran dai muda dinilai mampu memberikan warna baru dalam penyampaian dakwah yang lebih segar, komunikatif, dan dekat dengan generasi muda.
Selain kegiatan luar daerah untuk kelas XI, santri kelas VII, VIII, IX, X, dan XII juga melaksanakan Safari Dakwah Ramadan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. Berbeda dengan kelas XI, kegiatan mereka tidak mengharuskan menginap.
Para santri ditugaskan untuk mengisi berbagai masjid dan musala di sekitar pesantren. Kegiatan ini meliputi kultum ba’da salat, membantu imam tarawih, mengajar baca-tulis Al-Qur’an, serta menjadi panitia kegiatan Ramadan di masyarakat.
Program ini dirancang secara berjenjang, sehingga sejak kelas bawah para santri sudah dibiasakan untuk tampil di depan umum dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Saat mencapai kelas XI, mereka telah memiliki bekal mental dan kemampuan yang cukup untuk berdakwah secara mandiri, bahkan di luar daerah.
Mencetak Dai Muda Berkarakter
Safari Dakwah Ramadan menjadi salah satu program unggulan yang membedakan Pondok Pesantren An-Nur Sidoarjo dari lembaga lainnya. Melalui program ini, pesantren tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan religius, tetapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berjiwa sosial.
Selama dua pekan pengabdian, para santri belajar arti tanggung jawab dan kemandirian. Mereka harus mengatur jadwal, mempersiapkan materi ceramah, membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, hingga menghadapi berbagai dinamika lapangan.
Ramadan kali ini menjadi momentum istimewa bagi para santri untuk tumbuh. Bukan hanya sebagai pelajar, tetapi sebagai calon pemimpin umat di masa depan.
Dengan semangat kebersamaan serta dukungan penuh dari masyarakat Prajekan, Wringinanom, serta Sidoarjo dan sekitarnya, Safari Dakwah Ramadan Pondok Pesantren An-Nur Sidoarjo diharapkan dapat terus berlanjut setiap tahun.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan semakin banyak dai muda yang siap menerangi umat dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments