Sebanyak 22 siswa Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Karangasem (Mamsaka) Paciran mengikuti daurah bahasa Arab yang diselenggarakan di Markaz Arabiyah, Pare, Kediri pada Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XI Arabic Tahfidz Class Program (ATCP) sebagai bagian dari program penguatan kompetensi bahasa asing, khususnya bahasa Arab yang menjadi salah satu ciri pengembangan akademik Mamsaka.
Daurah bahasa Arab ini dirancang sebagai program intensif yang menekankan pada peningkatan kemampuan dasar hingga menengah dalam berbahasa Arab. Selama satu bulan para siswa mendapatkan pembelajaran yang terstruktur meliputi maharah istima’ (menyimak), kalam (berbicara), qira’ah (membaca), dan kitabah (menulis). Seluruh materi disampaikan menggunakan metode aktif dan komunikatif sehingga peserta didorong untuk terbiasa menggunakan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari.
Pemilihan Markaz Arabiyah sebagai tempat pelaksanaan daurah bukan tanpa alasan. Lembaga ini dikenal sebagai salah satu pusat pembelajaran bahasa Arab yang memiliki lingkungan berbahasa yang kuat. Dengan tinggal dan belajar di lingkungan tersebut, siswa diharapkan dapat lebih cepat beradaptasi serta meningkatkan keberanian dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab secara langsung.
Kepala Mamsaka, Purwanto, M.Pd. menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam menyiapkan siswa yang memiliki bekal akademik dan keterampilan bahasa yang memadai. Menurutnya, bahasa Arab bukan hanya penting untuk memahami literatur keislaman, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Melalui daurah ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami teori bahasa Arab, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara aktif. Lingkungan Markaz Arabiyah sangat mendukung terbentuknya kebiasaan berbahasa yang baik,” ujarnya.
Selain pembelajaran di kelas, peserta daurah juga mengikuti berbagai kegiatan penunjang seperti muhadasah harian, hafalan mufradat, serta evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan bahasa. Sistem disiplin dan jadwal belajar yang padat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter belajar yang mandiri dan bertanggung jawab.
Program daurah bahasa Arab ini sekaligus menjadi wujud komitmen Mamsaka dalam memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang bermakna. Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan siswa kelas XI ATAP Mamsaka memiliki kepercayaan diri lebih tinggi, kemampuan bahasa Arab yang meningkat, serta kesiapan untuk menghadapi tantangan akademik di masa depan.


0 Tanggapan
Empty Comments