Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

3 Golongan Orang Berpuasa: Level Mana Posisi Puasa Kita?

Iklan Landscape Smamda
3 Golongan Orang Berpuasa: Level Mana Posisi Puasa Kita?
Peserta Kajian Intensif Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung di Masjid Nur Hidayah. (Foto: Agus Salim/pwmu.co)
pwmu.co -

Menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum transformasi diri dan penguatan ideologi. Untuk itulah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tanjung menggelar kajian intensif di Masjid Nur Hidayah, Tanjung, Purwokerto Selatan, (25/2/2026).

Hadir sebagai pembicara, H. Sujiman, M.A., yang membedah konsep puasa dalam perspektif tasawuf yang berkemajuan. Mengutip pemikiran monumental Imam Al-Ghazali, ia menjelaskan bahwa kualitas puasa seorang hamba terbagi ke dalam tiga golongan besar. Yaitu puasa awam, khusus, dan khawwasul khawwas.

“Puasa Awam adalah puasa yang hanya sebatas menahan lapar, dahaga, dan pemenuhan nafsu biologis secara fisik. Ini adalah tingkatan paling dasar,” tegas Sujiman.

Sementara puasa khusus adalah puasa yang melangkah lebih jauh dari puasa awam. Yakni mampu mengendalikan panca indra dan anggota tubuh dari perbuatan dosa dan hal yang sia-sia.

Adapun puasa khawwasul khawwas, tambah Sujiman, adalah puncak kualitas puasa. Seseorang mampu menahan fisik, menjaga pengendalian diri, sekaligus memelihara hati dari pikiran-pikiran selain Allah SWT.

“Kader Muhammadiyah tidak boleh berhenti di derajat awam. Kita harus mengejar kualitas Khawwasul Khawwas. Jika hati sudah terpelihara, maka gerak dakwah kita di persyarikatan akan menjadi jauh lebih tulus dan produktif,” tegas H. Sujiman di hadapan jamaah.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sujiman menambahkan bahwa puasa yang berkualitas akan berkorelasi langsung dengan produktivitas kader. Baik dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) maupun dalam berorganisasi.

“Puasa mengajarkan kita manajemen waktu dan kedisiplinan. Jika kita mampu mencapai derajat puasa yang menjaga hati, maka setiap tindakan kita di Muhammadiyah akan selalu berorientasi pada kemaslahatan umat. Bukan pada kepentingan pribadi atau ego,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat di Masjid Nur Hidayah ini dihadiri oleh jajaran pengurus PRM, PRA, serta para pengelola AUM di wilayah Tanjung. Suasana masjid tampak hangat dengan antusiasme kader yang menyimak materi kajian Ramadan 1447 H.

Kajian ini menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan. Melainkan sarana transformasi kader agar menjadi pribadi yang lebih produktif dan memiliki kedalaman spiritual. Melalui kajian ini, diharapkan mampu menjalankan ibadah puasa dengan kesadaran penuh. Sehingga pasca Ramadan nanti lahir kader-kader baru yang lebih militan, religius, dan siap memajukan persyarikatan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu