Selain Harus Unggul, Sekolah Muhammadiyah Diminta Jaga Nilai-Nilai Persyarikatan

108
Pasang Iklan Murah
Biyanto saat menyampaikan materi. (Foto istimewa/pwmu.co)

PWMU.CO – Sekolah-sekolah Muhammadiyah harus menjadi sekolah unggul. Selain itu, amal usaha di bidang pendidikan itu harus pula mampu menjaga nilai-nilai unggul yang dianut Muhammadiyah.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim Dr Biyanto MA menyampaikan hal itu dalam kegiatan Penguatan Ideologi Muhammadiyah dan Pembinaan Guru-Karyawan Muhammadiyah se-Cabang Manyar, di SD Muhammadiyah Manyar, 18-19 Juni 2017.

iklan

(Baca: Program Penguatan Karakter Diributkan, Sekolah Muhammadiyah Jatim Tetap Solid)

Menurut anggota Dewan Pendidikan Jatim itu, sekolah unggul Muhammadiyah harus menjaga 13 nilai-nilai unggul Muhammadiyah, yaitu egalitarianisme, tidak ada kultus individu, disiplin, terpercaya, tidak ada strick hierarcy dalam struktur organisasi.

“Selanjutnya kepemiminan yang kolektif kolegial dan memiliki ethos kerja Calvinis,“ ujarnya. Lebih lanjut, kata Biyanto, tradisi unggul Muhammadiyah adalah kaya organisasi, sedikit bicara banyak bekerja, etos amal sholeh, percaya diri, kritis, dan pelopor kemajuan.

Sebelumnya, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu menjelaskan karakter sekolah unggul yang memiliki 10 kriteria, yaitu
clear vision (mempunyai visi yang jelas), clear value (nilai karakter yang jelas), clean, green, hygiene, and beautiful environment (lingkungan sekolah bersih, hijau, higienis, dan indah).

(Baca juga: Sekolah Muhammadiyah Butuh Ini agar Maju dan Unggul Bersama)

Selanjutnya inspiring learning community (komunitas belajar yang menginspirasi), community trust (mendapatkan kepercayaan masyarakat), friendly child education (pendidikan yang ramah anak), financial well management (pengelolaan keuangan yang baik), holistic learning (pembelajaran yang menyeluruh), nternational orientation (pendidikan yang berorientasi internasional), dan Islamic and quality culture (berbudaya mutu dan islami)

Selian Biyanto, pemateri lainnya adalah Dr Sarwo Edy MPd (Pentingnya Berorganisasi dalam Islamic Word View Muhammadiyah Teacher), Drs M Choiruz Zimam MSi (Filsafat Pendidikan Muhammadiyah), Drs Taufiqullah A Ahmady MPdI (Kepribadian Muhammadiyah), Mustakim SS MSi (Pengembangan kompetensi Guru Bidang Kepenulisan), Dr Mulyana AZ MPsi (Kualitas Layanan Sekolah) dan Drs Moh In’am (Komitmen Bekerja di AUM).

(Baca juga: Untuk Menjadi Unggul, Sekolah-Sekolah Muhammadiyah Harus Bentuk Sinergi dan Kolaborasi)

Sekretaris Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik M Fadloli Aziz mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan realisasi program Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Manyar.

Sebanyak 128 orang, terdiri dari guru dan karyawan SD Muhammadiyah Manyar, MI Muhammadiyah Gumeno, MI Muhammadiyah Karangrejo, TK ABA 36 PPI, TK ABA 40 PPS, TK ABA Gumeno, TK ABA Karangrejo, Kober Tunas Aisyiyah PPI, dan MTQ At-Taqwa PPI. (MN)