
PWMU.CO – Empat cara unik TK Aisyiyah 1 Kota Probolinggo memperingati Maulid Nabi diikuti 171 siswa dengan memakai baju busana Muslim.
Pagi itu, acara digelar di Aula atas, Jumat (29/9/2023). Semua murid terlihat tenang. Mereka duduk rapi sambil mendengarkan senandung Asmaul Husna.
Siti Rahayu SPd memulai acaranya pukul 08.00 WIB. Bunda Rahayu, sapaannya, memberikan stimulus penyemangat dengan pertanyaan-pertanyaan bernada untuk mencairkan suasana.
“Siapa Tuhanmu yang Esa?” demikian pertanyaan bernada pertama yang dia lontarkan.
Semua murid kompak merespon, “Allah!”
“Siapa Nabimu yang Agung?” sambungnya.
“Muhammad!” jawab semua murid.
Kepala Sekolah Aryzana Maharany MPd memaparkan, acara ini diadakan sebagai bentuk kecintaan mereka, umat Muslim, terhadap Rasulnya. “Di mana Nabi Muhammad merupakan teladan yang sempurna bagi umat semesta alam,” ungkapnya.
Bunda Ary–sapaan akrabnya–juga bertanya, “Siapa yang idolanya Nabi Muhammad?”
Semua siswa pun langsung menjawab, “Saya Bunda!”
4 Cara Unik
Cara unik pertama, anak-anak mendengarkan kisah Sirah Nabi Muhammad oleh Siti Roudhatul Jannah SPd, guru kelompok A3. Ia menceritakan silsilah dan kelahiran nabi Muhammad.
Namun sebelumnya, ia mengajak anak-anak bershalawat bersama. Saat di pertengahan cerita, wanita yang akrab disapa Bunda Rodho ini bertanya, “Siapa nama paman nabi Muhammad?”
Tak lama, jawaban yang tepat terdengar. “Abu Thalib,” jawab Muhammad Bhirawa Anoraga.
Kedua, para siswa diajak nonton bareng (nobar) film Islami tentang Maulid Nabi. Selain itu, mereka mengikuti festival mewarnai Kaligrafi pada kain.
Terakhir, makan bersama menu Nasi Gurih. Ini sekaligus tasyakuran memperingati Milad Ke-104 TK Aisyiyah 1 Kota Probolinggo. Semua kegiatan telah terlaksana dengan baik dan selesai pukul 09.30 WIB.
Momen ini memberikan kesan dan pesan yang bermakna tentang pentingnya mengenal dan meneladani prilaku Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah.
Ungkapan perasaan muncul dari salah satu guru TK Aisiyah 1 Umi Kulsum SPd. Dia merasa senang melihat anak-anak yang begitu antusias, kompak, dan saling bekerja sama melaksanakan aktivitas yang telah terkonsep.
“Ini merupakan pengalaman baru bagi mereka dan menciptakan solidaritas bagi anak,” tambahnya. (*)
Penulis Wike Widiawati Coeditor Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni