Fokus pada penguatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) resmi melepas 393 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler semester awal tahun 2026.
KKN Reguler ini mengusung misi learning to live together untuk melatih kepekaan sosial mahasiswa di tengah masyarakat.
Program tersebut mengintegrasikan ilmu pengetahuan mahasiswa secara langsung dengan kebutuhan riil pembangunan di desa.
Selama 40 hari ke depan, harapannya, para mahasiswa mampu menjadi jembatan transformasi dalam pembangunan desa di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Pelepasan secara resmi pada Senin (19/01/2026) oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UMG, Prof. Dr. Yudhi Arifani, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Prof. Yudhi menekankan bahwa KKN bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan manifestasi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara teoritis, tetapi juga piawai dalam berkolaborasi dan hidup berdampingan dengan masyarakat. Inilah ruang bagi mereka untuk mengasah empati dan kepemimpinan di lapangan,” tegasnya.
Sebanyak 393 peserta yang berasal dari berbagai disiplin ilmu ini disebar secara strategis di dua wilayah, yakni Kecamatan Jetis dan Kecamatan Dawarblandong.
Kehadiran mereka mendapatkan sambutan yang luar biasa dan penuh dengan optimisme dari jajaran pemerintah setempat.
Camat Dawarblandong, Akhmad Taufiq, S.Sos., menyatakan bahwa kehadiran intelektual muda ini merupakan angin segar bagi program pembangunan di tingkat desa.
Ungkapan senada oleh Camat Jetis, Tricahyo Harianto, SH, MM, yang menegaskan komitmennya untuk membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya demi kesuksesan program kerja mahasiswa.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UMG, Awang Setiawan Wicaksono, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa KKN tahun 2026 ini merupakan pola dengan pendekatan berbasis potensi lokal.
Mahasiswa tidak datang membawa program yang kaku, melainkan merumuskan solusi berdasarkan observasi mendalam atas tantangan yang dihadapi warga, baik di sektor pendidikan maupun sosial-ekonomi.
“Kita ingin ada dampak nyata yang tertinggal setelah 40 hari. Mahasiswa harus mampu mengidentifikasi masalah dan menyelesaikannya secara kolaboratif bersama perangkat desa,” tutur Awang.
Menutup rangkaian pembukaan, Ketua Panitia KKN, Candra Hadi Asmara, M.Pd., menyampaikan harapannya agar para mahasiswa mampu membawa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dalam setiap interaksi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mendampingi mahasiswa secara intensif agar KKN Reguler 2026 menjadi katalisator kemajuan desa-desa di Mojokerto.
Program pengabdian ini mencetak lulusan UMG yang responsif dan adaptif terhadap tantangan perubahan zaman.***






0 Tanggapan
Empty Comments