Yakinlah bahwa setiap ikhtiar dan doa kita akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali Imran: 194)
Secara garis besar, ada empat janji Allah yang ditegaskan dalam Al-Qur’an. Empat janji ini populer dan menjadi pegangan bagi orang-orang beriman, yaitu:
1. Allah Akan Menambah Nikmat bagi Orang yang Bersyukur
Allah berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)
Bersyukur adalah sifat para nabi dan orang beriman. Nabi Nuh as tetap bersyukur meskipun penuh ujian (QS. Al-Isra: 3). Nabi Ibrahim as juga senantiasa bersyukur atas nikmat Allah (QS. An-Nahl: 120-121).
Rasulullah saw pun selalu bersyukur meski telah dijamin surga, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Aisyah ra (HR. Bukhari 1130, Muslim 2820).
2. Allah Akan Mengingat Hamba yang Selalu Mengingat-Nya
Allah berfirman:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 152)
Mengingat Allah dapat dilakukan dengan berbagai cara: mendirikan salat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersyukur, merenungi kematian, tidak tergiur dunia, serta memperbanyak ibadah sunnah.
3. Allah Akan Mengabulkan Doa Hamba-Nya
Allah berjanji:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)
Doa seorang hamba selalu dikabulkan, meskipun bentuknya bisa berbeda: langsung dikabulkan, disimpan untuk akhirat, atau dialihkan dari keburukan yang setara (HR. Ahmad). Karena itu, seorang mukmin hendaknya bersabar dan yakin bahwa takdir Allah adalah yang terbaik.
4. Allah Tidak Akan Mengazab Orang yang Memohon Ampun
Allah berfirman:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
Istighfar dan taubat adalah jalan keselamatan dari azab Allah. Sayyidina Ali RA berkata, “Sungguh aneh orang yang binasa padahal ia memiliki kalimat penyelamat.” Ketika ditanya apa yang dimaksud, beliau menjawab: “Istighfar.”
Empat janji Allah dalam Al-Qur’an ini adalah pedoman hidup bagi setiap muslim. Bersyukur, mengingat Allah, berdoa, dan memohon ampun adalah kunci untuk meraih rahmat-Nya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments