
Dokumentasi setelah acara bersama Ketua MLHPB PDM Kota Malang, Tibyani ST MT, Minggu (25/05/2025). (Fatihul Abror/PWMU.CO).
PWMU.CO – Empat pemuda dari Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Lowokwaru “menggugah” suasana Gedung Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Minggu (25/05/2025).
Kedatangan mereka bukan untuk aksi protes, melainkan dalam rangka memperkuat jejaring dan kolaborasi lintas majelis dalam upaya penguatan mitigasi bencana melalui forum resmi bersama Majelis Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (MLHPB) Kota Malang.
Pertemuan tersebut mendapat sambutan langsung oleh Ketua MLHPB PDM Kota Malang, Tibyani ST MT. Sebagai informasi, Tibyani sekaligus merupakan Dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya.
Kolaborasi Gerakan Edukasi dan Respons Kebencanaan
Dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, kedua belah pihak menyepakati kerja sama yang lebih intensif. Khususnya dalam mengembangkan gerakan edukasi dan respons kebencanaan di lingkungan Muhammadiyah Kota Malang.
PCPM Lowokwaru sebelumnya telah menginisiasi program mitigasi bencana sebagai agenda rutin bulanan. Program ini telah menggandeng Lazismu Kota Malang, Kwarda Hizbul Wathan Kota Malang, dan MLHPB.
Namun, langkah mereka kini semakin konkret dengan terbentuknya komunitas FASTAM (Fast Action Muhammadiyah). Lebih lanjut, komunitas ini digawangi oleh para pemuda Muhammadiyah dan elemen strategis lainnya.
“Kita terlibat di dalamnya untuk membangun kesepakatan dan kesepahaman dengan stakeholder yang berkaitan dengan komitmen mendukung SPAB” ungkap Tibyani.
Program SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana) menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. SPAB merupakan inisiatif nasional yang bertujuan untuk menanamkan budaya siaga dan tanggap bencana dalam lingkungan satuan pendidikan.
Menurut Tibyani, Muhammadiyah melalui lembaga dan ortom-nya memiliki posisi strategis untuk menggerakkan implementasi SPAB secara konsisten dan menyeluruh di sekolah-sekolah Muhammadiyah.
“SPAB ini menjadi bagian sangat penting dalam proses penanganan bencana dalam pendidikan. Kita harus membangun budaya siaga dan ketahanan warga sekolah terhadap bencana” tegasnya.
Pilar Utama Dakwah Kebencanaan
Lebih lanjut, kolaborasi lintas lini di Muhammadiyah disebut sebagai pilar utama dakwah kebencanaan yang selama ini belum banyak digarap secara massif.
Dengan adanya komunitas FASTAM, sinergi antara Lazismu, PCPM Lowokwaru, Hizbul Wathan, dan MLHPB harapannya menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran. Serta, kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah perkotaan yang rentan.
Pertemuan ini juga menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut. Termasuk pelatihan lisensi kebencanaan untuk relawan muda Muhammadiyah dan penyusunan kalender kegiatan rutin yang akan terdukung penuh oleh MLHPB PDM Kota Malang.
Suseno Adi, salah satu delegasi pemuda dari PCPM Lowokwaru yang hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan optimisme terhadap masa depan gerakan ini.
“Kami ingin gerakan mitigasi bencana menjadi bagian dari dakwah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Karena fast response bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal kebermanfaatan” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan, PCM Lowokwaru menunjukkan bahwa pemuda Muhammadiyah bukan hanya bicara di forum, tetapi juga bergerak langsung di lapangan.
Harapannya, kolaborasi ini dapat menjadi model gerakan kebencanaan Muhammadiyah yang dapat direplikasi di daerah lain.
Penulis Fatihul Abror, Editor Danar Trivasya Fikri





0 Tanggapan
Empty Comments