
PWMU.CO – Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al-Hikmah Gambiran, Banyuwangi mengadakan Pelatihan Jurnalistik Dakwah, Senin (27/1/2025).
Pelatihan Jurnalistik ini bertujuan untuk memberikan keterampilan menulis dan memahami dunia jurnalistik bagi para santri. Harapannya bisa menghasilkan jurnalis muda pondok yang mampu menyampaikan informasi dengan cara yang baik dan benar.
Kegiatan ini berlangsung di masjid Al-Hikmah Gambiran Banyuwangi Jawa Timur. Pelatihan Jurnalistik ini diikuti oleh seluruh santri, baik santriwan maupun santriwati. Juga diikuti oleh para guru TK ABA Gambiran.
Pelaksanaan pelatihan digelar selama 2 hari. Yaitu hari Senin (27/1/2025) dan hari Rabu (29/1/2025).
Pukul 08.00 WIB, acara pelatihan di hari pertama ini dimulai. Dibuka langsung oleh Mudir Pondok, Arif Maeshwl Nur Jagad.
Pelatihan ini melibatkan pemateri profesional yang berpengalaman di dunia jurnalistik. Di antaranya, Kontributor PWMU.CO, Taufiqur Rohman dan seorang Jurnalis Senior dari media TVMu, Rizki Andre. Keduanya berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang seluk-beluk dunia jurnalistik.
Materi pelatihan mencakup teknik menulis berita, etika jurnalistik, komposisi pengambilan gambar, hingga penggunaan media sosial sebagai platform jurnalistik.
Para peserta juga diajarkan tentang pentingnya fakta dan kebenaran dalam setiap laporan yang disampaikan. Para santri mengikuti pelatihan ini dengan sangat antusias. Mereka aktif berdiskusi mengenai tantangan serta peluang dalam dunia media. Banyak di antara mereka yang memiliki ketertarikan besar untuk menjadi jurnalis, baik di media mainstream maupun media digital.
“Pelatihan ini sangat membuka wawasan saya tentang dunia jurnalistik. Saya tidak hanya belajar cara menulis, tapi juga memahami pentingnya akurasi dan etika dalam menyampaikan informasi,” ujar Habib Alfath, salah satu peserta pelatihan.
Sementara itu Direktur pondok, Arif Maeshwl Nur Jagad berharap agar setelah pelatihan ini para santri bisa lebih peka terhadap isu-isu sosial dan berperan aktif dalam memberikan informasi yang bermanfaat melalui tulisan mereka.
Menurutnya Pelatihan Jurnalistik Dakwah ini menjadi langkah positif dalam membekali santri dengan keterampilan yang relevan di zaman Gen-Alpha.
Harapannya tumbuh generasi santri yang terampil dalam menulis, memahami jurnalistik, dan bisa berkontribusi lebih besar di dalam dunia maya serta menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Penulis Faishal Ainurrizki Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun