
PWMU.CO – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurul Husna Jember menjadi tuan rumah dalam acara silaturahmi triwulan yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember.
Acara yang berlangsung di Lantai 2 Masjid Jami’ Nurul Husna pada Ahad (9/2/2025) ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan panti asuhan Muhammadiyah-Aisyiyah se-Kabupaten Jember, pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, akademisi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember, Dinas PPA Kabupaten Jember, serta tamu undangan dari unsur Muhammadiyah.
Membangun Kebersamaan dalam Pengelolaan LKSA
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci al-Quran oleh Ustadz Mohammad Ubaidillah Al Amien, salah satu pengurus LKSA Nurul Husna. Selanjutnya, sesi sambutan dibuka oleh Ketua LKSA Nurul Husna, Dodik Gitiarno, yang menyoroti dua tantangan utama dalam pengelolaan panti, yaitu aspek pengasuhan dan pendanaan.
Dalam hal pengasuhan, Dodik menekankan pentingnya peran pengasuh sebagai pengganti orang tua bagi anak-anak panti. Sementara itu, terkait pendanaan, ia mengajak seluruh pihak untuk mencari solusi kreatif dan inovatif agar LKSA tidak hanya bergantung pada donatur, terutama setelah pengalaman pandemi COVID-19 yang memberikan banyak tantangan dalam aspek pendanaan.
Meningkatkan Sinergi untuk Kesejahteraan Anak
Silaturahmi triwulan ini menjadi momentum penting bagi LKSA Nurul Husna untuk memperkenalkan perkembangannya kepada berbagai pihak yang hadir. Diskusi yang berlangsung membuka peluang kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi.
Salah satu materi dari akademisi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember membahas isu kekerasan terhadap anak dan remaja. Materi ini memberikan wawasan bagi pengurus dalam mengidentifikasi serta menangani kasus kekerasan anak dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, kehadiran UPTD PPA Kabupaten Jember membuka jalan bagi kolaborasi dengan pemerintah dalam pendampingan keluarga dan anak, sejalan dengan konsep asuhan berbasis keluarga yang diterapkan di Nurul Husna.
Acara ini menjadi ajang refleksi dan evaluasi bagi LKSA Nurul Husna untuk terus meningkatkan pelayanan serta bergerak menuju visi unggul, mandiri, dan berkemajuan. Dengan semakin eratnya sinergi antara LKSA, akademisi, pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya, diharapkan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (*)
Penulis Wildan Maulana Ahmad Editor Wildan Nanda Rahmatullah