
PWMU.CO – Sebanyak 250 peserta dari berbagai tingkatan pendidikan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Tapak Suci yang diselenggarakan di SD Muhammadiyah Sugio pada Ahad (16/2/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pembinaan bagi siswa-siswi dari SD/MI, SMP, dan SMA yang tergabung dalam cabang Tapak Suci Pucuk, Sukodadi, dan Sugio.
SD Muhammadiyah 1 Pucuk mencatatkan jumlah peserta terbanyak dalam UKT kali ini, dengan 80 siswa turut ambil bagian. Para peserta diberangkatkan dengan empat mobil elf, mencerminkan antusiasme tinggi sekolah dalam mendukung pengembangan bakat bela diri siswanya.
Siapa Saja yang Hadir?
Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah (Pinda) Tapak Suci 26 Lamongan, Khoirul Muslimin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa UKT bukan sekadar ujian teknik bela diri, tetapi juga wadah pembentukan karakter.
“Tapak Suci bukan hanya seni bela diri, tetapi juga sarana membentuk mental, disiplin, dan akhlak mulia. Saya berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ujian ini,” ujarnya.
Selain itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Pucuk, Romaji SPdI, juga menyampaikan rasa bangga terhadap semangat para siswa dalam mengikuti UKT. “Kami berharap dari kegiatan ini lahir pendekar-pendekar muda yang berprestasi, baik dalam bela diri maupun dalam karakter yang kuat dan disiplin,” tuturnya.
Apa Saja Tahapan Ujian?
Ujian Kenaikan Tingkat untuk jenjang SD/MI dimulai pukul 07.00 dan berakhir pada pukul 16.00. Selama kegiatan, para peserta menjalani berbagai tahapan ujian, meliputi:
- Penguasaan teknik dasar – Meliputi gerakan dasar Tapak Suci.
- Pengujian jurus – Para peserta diuji dalam keterampilan jurus yang telah dipelajari.
- Ujian praktik – Menguji ketangkasan dan ketahanan fisik dalam berbagai situasi.
Para pelatih dan juri yang bertugas memastikan bahwa setiap peserta benar-benar layak untuk naik ke tingkatan berikutnya melalui penilaian yang ketat dan objektif.
Bagaimana Keseruan Para Peserta?
Bagi siswa dan siswi SD Muhammadiyah 1 Pucuk, pengalaman ini sangat berkesan. Mereka mengaku senang dapat mengikuti ujian ini sebagai bagian dari perjalanan mereka dalam menekuni seni bela diri Tapak Suci.
“Seru dan menegangkan, tapi sangat menyenangkan! Kami belajar banyak hal baru dan semakin percaya diri,” ujar salah satu peserta dengan penuh antusias.
Selain aspek fisik, UKT ini juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Para peserta berlatih bersama, saling mendukung, dan memotivasi satu sama lain, menciptakan suasana kebersamaan yang erat.
Apa Harapan ke Depan?
Kegiatan UKT ditutup dengan sesi foto bersama serta pesan semangat dari para pelatih dan guru. Diharapkan, para peserta terus berkembang dan membawa nama baik Tapak Suci ke tingkat yang lebih tinggi. UKT kali ini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi pendekar muda yang tidak hanya mahir dalam bela diri, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan berprestasi di berbagai bidang.
Dengan semangat yang membara, para pendekar muda ini diharapkan terus mengasah keterampilan mereka serta menginspirasi generasi berikutnya untuk menekuni seni bela diri yang penuh nilai luhur ini. (*)
Penulis Meila Hambidah Co Editor Aqidatul Afifah Editor Wildan Nanda Rahmatullah