
Asesi dari Asisten Keperawatan & Caregiver menjalani uji Sertifikasi Kompetensi dengan asesor dari LSP Asnakes Indonesia, Rabu (19/02/2025). (Mei Eka/PWMU.CO).
PWMU.CO– SMK Muhammadiyah 1 Blitar kembali menegaskan perannya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan siap kerja.
Melalui kerja sama strategis dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia, sekolah ini sukses menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) bagi siswa jurusan Farmasi Klinis & Komunitas dan Asisten Keperawatan & Caregiver.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (19/02/2025) ini terhadiri oleh puluhan peserta yang siap membuktikan kompetensi mereka sesuai dengan standar industri kesehatan.
Modal Berharga Masuki Dunia Kerja
Lebih lanjut, ujian ini menjadi momen penting bagi para siswa karena sertifikat yang mereka peroleh nantinya akan menjadi modal berharga saat mereka memasuki dunia kerja.
LSP Asnakes Indonesia, sebagai lembaga sertifikasi resmi yang berlisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memastikan bahwa seluruh proses penilaian berlangsung secara objektif dan sesuai dengan standar nasional.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar, Ariefudin Widhianto MPD menyampaikan bahwa sertifikasi ini lebih dari sekadar ujian. Tetapi, juga bentuk pengakuan terhadap keterampilan dan kompetensi siswa selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Kami ingin lulusan SMK Muhammadiyah 1 Blitar tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional. Ini akan menjadi nilai tambah saat mereka bersaing di dunia kerja,” ujar Ariefudin.
Dalam pelaksanaan uji sertifikasi, siswa menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ujian teori hingga praktik yang terawasi langsung oleh asesor dari LSP Asnakes Indonesia.
Untuk jurusan Farmasi Klinis & Komunitas, peserta teruji dalam keterampilan seperti peracikan obat, pelayanan kefarmasian, dan pengelolaan obat sesuai standar.
Bukti Kualitas SMKM 1 Blitar
Sementara itu, siswa jurusan Asisten Keperawatan & Caregiver menjalani uji praktik terkait perawatan pasien, administrasi medis, serta keterampilan komunikasi di lingkungan kesehatan.
Salah satu peserta ujian, Ameylia , mengungkapkan bahwa proses sertifikasi ini menjadi pengalaman berharga yang mengasah kemampuannya secara langsung.
“Ini bukan hanya ujian biasa, tetapi benar-benar menguji kesiapan kami sebagai calon tenaga kesehatan. Saya berharap bisa Lulus Kompeten dan membawa bekal ini untuk masa depan” ujarnya dengan penuh semangat.
Dengan terselenggaranya uji sertifikasi ini, SMK Muhammadiyah 1 Blitar semakin membuktikan kualitasnya sebagai sekolah vokasi yang siap mencetak tenaga kesehatan profesional.
Ke depan, sekolah ini berencana untuk terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga sertifikasi dan industri kesehatan guna meningkatkan kualitas lulusan.
Semoga dengan adanya program sertifikasi ini, lulusan SMK Muhammadiyah 1 Blitar semakin percaya diri dalam menghadapi dunia kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor kesehatan di Indonesia.
Penulis Wahyu Hidayanto, Editor Danar Trivasya Fikri