
PWMU.CO – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi mengadakan silaturahmi dengan para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di SMK Muhammadiyah 2 (SMK Muda) Genteng, Jumat (21/2/2025).
Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan safari Majelis Dikdasmen dan PNF ke sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan emosional antara Dikdasmen dan para pendidik di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yang menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan anak bangsa.
Majelis Dikdasmen dan PNF Banyuwangi hadir dengan lima orang pengurus inti. Mereka adalah Ketua Majelis, Drs Sujanto MM, Sekretaris, Sutrisno Hadi MPd, Wakil Sekretaris, Guntur Anggodo Putra SE, Koordinator Cabang, Farid Wajdi MPdI, dan Bendahara, Zaenudin SE.
Kedatangan mereka disambut oleh Kepala SMK Muda Genteng, Tamyis Rosidi MPd yang didampingi oleh tim manajemen sekolah di ruang guru tempat berlangsungnya pertemuan.
Pukul 13.30 WIB acara ini dimulai. Setelah mengenalkan satu persatu personilnya, Ketua Majelis Dikdasmen itu menjelaskan model kepemimpinan di persyarikatan Muhammadiyah. Ia mengajak para GTK SMK Muda untuk melakukan perbandingan model kepemimpinan tersebut dengan yang lain.
“Di Muhammadiyah insyaallah rekrutmen pemimpinnya lebih profesional,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap betul, agar semuanya yang berada di AUM benar-benar mencintai Muhammadiyah dan bisa mewarnai kebaikan di sekolah, masyarakat dan bangsa.
Ia juga menjelaskan mengenai manajemen keuangan yang baik serta struktur organisasi yang tertata rapi. Hal itu terbukti dari pengelolaan persyarikatan, amal usaha di bidang rumah sakit, dan bahkan di Banyuwangi terdapat 43 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan yang terus berkembang. Khususnya, SMK Muhammadiyah 2 Genteng yang semakin maju.
Sementara itu, Farid Wajdi menyampaikan terkait character building. Ia mengajak semua stakeholder di SMK Muda Genteng untuk membangun peradaban mulai dari diri sendiri, warga sekolah dan masyarakat.
“Bapak Ibu, sanggupkah menjadikan kemajuan sekolah ini sebagai pendorong bagi SMK Muhammadiyah 2 Genteng untuk kemajuan Indonesia?” tanya Farid, yang langsung disambut dengan jawaban “sanggup” secara serentak oleh para hadirin.
Ia pun berharap para GTK terus meningkatkan kinerjanya, karena ada kaidah “easy come, easy go.” Keberkahan akan besar bagi mereka yang bekerja dengan baik, sebaliknya, akan berkurang jika kinerjanya lemah.
Mengakhiri acara ini, Sutrisno Hadi mengingatkan para pendidik itu untuk meningkatkan kompetensi guru. Baik itu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
“Mari bapak dan ibu, kita perbaiki niat dan habluminallah kita. Keberadaan kita di sini, bukan semata-mata untuk bekerja, namun kita di sini untuk berdakwah dan memberikan keteladanan” ujarnya.
Pertemuan ini ditutup seiring dengan masuknya waktu shalat Ashar untuk wilayah Genteng dan sekitarnya. (*)
Penulis Taufiqur Rohman Editor Ni’matul Faizah