
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik di Desa Jrebeng, Dukung, Gresik saat menunjukkan produk hasil inovasinya. (Ahmad Nabilul Abror/PWMU.CO).
PWMU.CO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik di Desa Jrebeng, Dukun, Gresik menunjukkan inovasi terbaiknya.
Pada KKN UMG periode 2025/2026 ini, tercatat ada peserta berjumlah 616 Mahasiswa yang terbagi menjadi 46 Kelompok yang masing-masing beranggotakan 12 Mahasiswa.
Salah satunya yaitu Kelompok 15 yang berada di Desa Jrebeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Komposisi anggota kelompok ini terdiri dari beberapa prodi, yaitu Prodi Teknik Industri, Piaud, Manajemen dan Hukum.
Manfaatkan Limbah Potongan Kayu
Kelompok 15 mempunyai program kerja Utama yaitu Memanfaatkan Limbah potongan kayu yang tersulap menjadi alat pemotong Pisang dan Bawang yang ramah lingkungan.
Proyek ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi keripik pisang dan bawang di Desa Jrebeng.
Lebih lanjut, program ini merupakan langkah kecil untuk mendukung keberlanjutan dan kemandirian masyarakat lokal.
Bahan utama yang digunakan berupa limbah Potongan Kayu dari sisa pembuatan Plang petunjuk arah yang merupakan proker unggulan dari kelompok 15. Alat pemotong Pisang dan Bawang ini mempunyai Panjang keseluruhan 46 cm, dengan Lebar 10 cm dan tinggi 19 cm.
Tidak hanya sebuah, bahkan Kelompok 15 membuat alat pemotong ini berjumlah 6, yang akan terbagikan kepada setiap RT Desa Jrebeng.
Alat pemotong ini terancang dengan sederhana namun memiliki efektivitas tinggi yang memungkinkan proses pemotongan menjadi lebih cepat, rapi dan hemat tenaga.
Selain itu, alat ini juga menjadi solusi ekonomis yang dapat para pelaku UMKM di Desa Jrebeng manfaatkan untuk keberlangsungan usaha mereka.
Selain pembuatan alat pemotong. Kelompok 15 juga memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat mengenai penggunaannya serta strategi pemasaran produk olahan.
Harapannya, program ini mampu meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Tidak hanya itu, semoga program ini juga mampu meningkatkan produktivitas pengusaha lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Khususnya, untuk produk olahan seperti keripik pisang dan bawang goreng.
Selain itu, inisiatif ini menjadi bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Gresik dalam mendorong ekonomi berbasis inovasi ramah lingkungan. Bersama, kita wujudkan Desa Jrebeng yang mandiri, kreatif dan berkelanjutan!
Penulis Ahmad Nabilul Abror, Editor Danar Trivasya Fikri