
PWMU.CO – Saat si bocil (bocah kecil) merasa bosan di rumah, para orang tua mengajak mereka memanfaatkan Taman Kuliner Paciran (TKP) sebagai sarana bermain dan healing. Seperti yang dilakukan lima siswa kelas 1 MIM 13 Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur, pada Jumat (28/2/2025).
Kelima bocil tersebut adalah Bil Walidaini Ihsana (Biwa), Razani Shireen Iskandar (Siren), Ezra Andrarais Arifana (Ezra), Fauzan Karim (Fauzan), dan Assyifa Farzana Sidani (Syifa). Mereka kerap bermain di TKP yang berlokasi di simpang tiga Dusun Jetak, Paciran, tak jauh dari tempat tinggal mereka.
Kegiatan ini tentunya melibatkan para orang tua sebagai pendamping. TKP yang terletak di tepi pantai menjadi lokasi favorit untuk berswafoto, menikmati keindahan sunrise, serta menyaksikan ombak putih yang datang beriringan.
Saat kelima bocil bermain ayunan, perosotan, dan berbagai wahana lainnya, orang tua yang mendampingi duduk santai menikmati suasana pantai utara yang landai. Sambil bersantai, mereka juga menikmati bekal dari rumah seperti pisang goreng, kerupuk, dan sarapan yang disantap bersama sambil berbincang ringan.
Meskipun ada larangan membawa makanan ke dalam area TKP, aturan ini lebih fleksibel di pagi hari (06.00-07.00) saat lapak kuliner belum buka. Namun, para pengunjung tetap menjaga kebersihan lingkungan.
“TKP ini dibangun oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Paciran dan diresmikan pada Rabu, 1 Januari 2025, oleh Camat Paciran, serta disaksikan oleh Kades Paciran, Khusnul Khuluq SPd, dan Sekdes Wafaudin SSos,” ungkap Ali Efendi MPd, warga Paciran yang menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 14 Karangasem sekaligus kontributor PWMU.CO.
Menurutnya, pada hari biasa, masyarakat lokal memanfaatkan TKP untuk melepas penat, berjalan-jalan pagi bersama keluarga, mengadakan pertemuan atau diskusi kelompok, serta menikmati kopi di tepi pantai dan jalan raya Dandels.
Sementara itu, Siti Samiah, ibu dari Syifa, mengaku senang bisa menghabiskan waktu di TKP bersama anak dan suaminya.
“TKP ini tidak hanya strategis, tetapi juga memiliki pemandangan yang indah, udara yang sejuk, dan yang paling penting, masuknya gratis,” ujar istri Iwantoro ini. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Wildan Nanda Rahmatullah