Sejarah Muhammadiyah dan Makna Lambangnya
Toha melanjutkan dengan sejarah berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan. Pada masa itu, masyarakat masih banyak yang percaya pada benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib, padahal hanya Allah SWT yang berhak disembah dan memberikan rezeki.
KH Ahmad Dahlan ingin memberantas kepercayaan yang menyimpang dari ajaran Islam dan bisa merusak akidah umat, berpedoman pada surat Ali Imran ayat 104:
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan (menyeru berbuat yang makruf) dan mencegah berbuat yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ia juga menjelaskan bahwa lambang Muhammadiyah memiliki 12 sinar yang melambangkan murid Nabi Isa Al-Hawariyyun, yakni kaum Bani Israil yang beriman kepada Nabi Isa A.S., taat, dan bersedia membantu dakwahnya.
“Muhammadiyah, dengan 12 sinarnya, terus berupaya memberi pencerahan kepada umat sepanjang tahun,” tegasnya.
Organisasi Otonom Muhammadiyah
Di dalam Muhammadiyah terdapat beberapa organisasi otonom (Ortom), di antaranya:
- Aisyiyah
- Nasyiatul Aisyiyah
- Pemuda Muhammadiyah
- Ikatan Pelajar Muhammadiyah
- Hizbul Wathan
- Tapak Suci Muhammadiyah
“Semua organisasi ini bekerja sama untuk membesarkan Muhammadiyah dan menjadi pencerah bagi umat,” tambahnya.
Pada sesi tanya jawab, seorang siswa kelas IV bertanya, “Apakah sekarang masih ada orang yang percaya sesajen dan melakukan upacara seperti dulu, Pak?”
Bapak Toha menjawab, “Masih ada. Sebagai pelajar Islam, jika kita sudah memahami bahwa hal itu termasuk syirik, kita tidak boleh ikut-ikutan. Sebaliknya, kita harus memberikan pemahaman bahwa perbuatan tersebut termasuk syirik, dan ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah SWT jika bercampur dengan kesyirikan.”
Kesimpulan Safari PKDA
Kesimpulan dari Safari PKDA kali ini adalah agar anak-anak dapat melakukan kebaikan serta mengajak orang lain berbuat baik dan meninggalkan keburukan.
Contoh sederhana adalah mengajak teman untuk shalat, berpuasa, dan mengaji dalam kehidupan sehari-hari.
Materi PKDA diakhiri pukul 10.00 WIB dengan doa kafaratul majelis yang dipimpin oleh Bapak Toha.
Setelah itu, anak-anak diajak berkeliling GDM oleh Zamroni. Mereka dikenalkan dengan jajaran pimpinan Muhammadiyah, baik pusat maupun daerah, yang fotonya terpajang di dinding kantor Pemuda Muhammadiyah.
Mereka juga diajak ke lantai tiga untuk melihat kantor-kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, dan Pemuda Muhammadiyah.
Perjalanan dilanjutkan ke lantai dua, di mana anak-anak diajak mengunjungi Masjid At-Tanwir, sebuah masjid yang luas dan megah di dalam kompleks GDM.
Penulis Indah Khoirun Nisa’ Editor Zahra Putri Pratiwig