Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kepribadian Muhammadiyah mencakup tiga aspek utama sebagai gerakan:
1. Gerakan Islam yang berlandaskan al-Quran dan Sunnah.
2. Gerakan Dakwah yang mencakup ajakan dalam berbagai bidang kehidupan.3. Gerakan Tajdid, yang meliputi purifikasi (pemurnian) dan dinamisasi (pembaruan).
Ia juga mengatakan bahwa dakwah Muhammadiyah ditujukan kepada:
– Perseorangan:
a. Muslim dapat melalui tajdid (penguatan dan pemurnian).
b. Non-Muslim dapat melalui ajakan untuk memeluk Islam.- Masyarakat dapat melalui ajakan kepada kebaikan, bimbingan, dan peringatan.
Kemudian, ustadz Ridwan juga menyampaikan Sifat Kepribadian Muhammadiyah yang meliputi:
1. Beramal dan berjuang untuk perdamaian dan kesejahteraan.
2. Memperbanyak kawan dan mengamalkan ukhuwah Islamiyah.
3. Lapang dada, luas pandangan, dengan memegang teguh ajaran Islam.
4. Bersifat keagamaan dan kemasyarakatan.
5. Mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan, serta dasar dan falsafah negara yang sah.
6. Amar ma’ruf nahi munkar dalam segala lapangan serta menjadi contoh teladan yang baik.
7. Aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan, sesuai dengan ajaran Islam.
8. Kerja sama dengan golongan Islam mana pun juga dalam usaha menyiarkan dan mengamalkan agama Islam serta membela kepentingannya.
9. Membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun Negara untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT.
10. Bersikap adil serta melakukan koreksi, baik ke dalam maupun ke luar, dengan penuh kebijaksanaan. (Keputusan Muktamar ke-35).
“Itulah penguatan ideologi Muhammadiyah yang dapat kami sampaikan. Semoga materi yang telah disampaikan bermanfaat bagi kita semua. Semoga kita juga mampu menjalankan roda organisasi Muhammadiyah sesuai dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang menjadi pijakan kita bersama sebagai warga Persyarikatan Muhammadiyah,” pungkas Ustadz Ridwan.
Penulis Ali Shodiqin Editor Ni’matul Faizah