
PWMU.CO – Diskusi edisi keempat Green Ramadan digelar oleh Bidang Lingkungan Hidup PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) secara online pada Jum’at (21/3/2025) sore.
Finy Aulia Kabid Lingkungan Hidup PP IPM menjelaskan bahwa kegiatan diskusi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga keberlanjutan lingkungan selama Ramadan.
Diskusi intelektual melalui Instagram live ini menghadirkan narasumber dari HSE Manager and Environmental Specialist PT Ketika Farma Andrianto Darmosuwito ST.
Diskusi ini dimoderatori oleh ketua bidang Lingkungan Hidup PW IPM Banten, Hizwa Naufal Muhammad. Acara ini merupakan hasil kerja sama Green Leaders PP IPM dan Student Earth.
Ipmawan Naufal membuka diskusi dengan menjelaskan tujuan diadakannya diskusi kali ini. “Tujuannya adalah agar pelajar yang ada di seluruh Indonesia dapat lebih tergugah kesadarannya untuk menjaga kualitas udara di saat menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Andrianto dalam pengantarnya menjelaskan mengenai cara untuk mengetahui tingkat kualitas udara apakah aman atau tidak dapat dilihat secara online.
Dia mengatakan bahwa, kita bisa mengetahui kualitas udara di suatu kota secara real time bisa dilihat melalui website nasional seperti BMKG maupun internasional seperti AQU Air.
“Aktivitas yang dilakukan masyarakat di bulan Ramadan cukup berpengaruh terhadap kualitas udara, diantaranya penggunaan kendaraan bermotor hingga aktivitas industri. Sekilas jika melihat pada nilai antara kota yang tergolong udaranya masih aman dengan yang tidak aman terbilang tipis,” tutur Andrianto.
Lebih lanjut, menurutnya polusi udara juga dapat berdampak terhadap kesehatan tubuh manusia.
“Dalam kondisi puasa seperti saat ini, lalu kita terkena polusi udara secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan kita. Kondisi imun tubuh juga memiliki peran penting dalam menangkal radikal bebas yang bersumber dari aktivitas masyarakat seperti bakar sampah dan kendaraan bermotor,” katanya.
Baginya, selama kita belum memahami dampak aktivitas yang kita lakukan terhadap lingkungan sekitar, maka kita juga tidak bisa berkomentar banyak atas kualitas udara yang kita alami.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa penggunaan tenaga fossil seperti PLTU secara tidak langsung hanya akan memindahkan masalah, aman di satu kota namun tidak di kota lainnya.
“Pemerintah perlu melakukan kampanye yang lebih luas dan kuat secara penjelasannya, agar tidak hanya sekedar berfokus pada satu titik saja,” tegasnya.
Dia menutup pemaparannya dengan kembali menghimbau seluruh kader IPM, baik ipmawan maupun Ipmawati untuk turut serta secara aktif menjaga kualitas udara di sekitar kita, kemudian jangan lupa untuk meneruskan estafet kaderisasi agar tetap terjaga aktivisime di bidang lingkungan hidup.
Tidak lupa moderator mengingatkan kepada peserta diskusi bahwa diskusi online ini dapat disaksikan rekamannya melalui Instagram Live di akun official PP IPM.
“Jadi, kalian tidak perlu khawatir jika belum sempat mendengarkan secara keseluruhan diskusi ini,” pungkas moderator.
Penulis Habib Amrullah Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan