
PWMU.CO – Menebar Perdamaian di Era Digital, Khutbah Idul Fitri 1446/2025 Oleh Taufiqur Rohman MPdI – Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi.
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu.
Puji syukur kita haturkan ke hadirat Allah SWT. Dengan rahmat-Nya kita dapat berkumpul di tanah lapang ini untuk melakukan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah yang bertepatan dengan Senin (31/3/2025).
Hadirin rahimakumullah. Sejak kemarin pasca-Maghrib kita melantunkan kalimat thayibah. Kita mengucapkan takbir, tahlil, dan tahmid hingga pagi ini. Semua itu dalam rangka mengagungkan asma Allah, mengokohkan jiwa tauhid, dan mensyukuri nikmat-Nya.
Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu.
Pada hari yang indah ini, saya mengajak untuk mengingat makna kata Islam yang berasal dari bahasa Arab, yaitu aslama, yuslimu, islaman yang berarti tunduk, selamat, damai, dan sentosa. Hal ini berarti umat Islam adalah umat yang tunduk pada Tuhannya dan sangat cinta perdamaian serta antikekerasan dan permusuhan. Maka betapa indahnya jika dunia ini dipenuhi dengan suasana damai tersebut.
Untuk menciptakan perdamaian dalam kehidupan ini, maka penting bagi kita untuk mengingat pesan Allah dalam al-Quran Surat al-Baqarah ayat 208.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
Di ayat tersebut Allah menegaskan agar orang mukmin masuk ke dalam Islam secara kaffah (komprehensif). Ber-Islam itu tidak boleh setengah-setengah, namun dengan totalitas. Meskipun rintangan berupa bisikan-bisikan setan terus mengganggu dalam setiap perjuangan.
Oleh karena itu, energi yang fitri di hari nan indah ini mari kita gunakan untuk menebarkan semangat perdamaian. Orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang mendapatkan amanat untuk menciptakan perdamaian tersebut. Hal ini sesuai dengan visi Islam yang rahmatan lil alamin.
Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu
Hadirin rahimakumullah Mari kita mengingat salah satu hadits nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Salam Ra.
أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ
Artinya: Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, sambunglah tali silaturahmi, berikanlah makanan, dan laksanakanlah shalat pada saat manusia tertidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)
Menyebarkan salam tidaklah cukup hanya dengan sekadar mengucap salam, tetapi hendaknya ditindaklanjuti dengan menebar perdamaian di alam semesta ini. Dengan begitu, akan terbukalah jalan menuju Darussalam surga yang penuh kedamaian.
Allahu Akbar Allahu Akbar walillahilhamdu
Hadirin rahimakumullah, baru saja kita melewati bulan Ramadan. Jika kita melakukan flashback untuk bermuhasabah atas Ramadan yang telah berlalu, banyak nilai edukatif yang dapat kita ambil, terutama dari pengalaman menjalankan ibadah puasa.
Di antaranya yakni, ajaran untuk menghindari ucapan al-zur. Suatu ucapan hoax yang mengandung kedustaan. Berikutnya, menghindari al-laghwu, ucapan yang penuh kesia-siaan. Juga menghindari al-rafats, yakni ucapan yang jorok, tabu, dan berbau pornografi. Selain itu, juga menghindari kegaduhan yang dapat meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, kita yang hidup di era digital harus menyadari bahwa kemajuan teknologi telah berkembang pesat. Tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Keduanya merupakan realitas yang tak terelakkan dan menjadi bagian dari kehidupan kita.
Maka setelah kita mengentaskan dunia nyata dengan nuansa perdamaian, ada kewajiban kita untuk merambah ke dunia maya dengan menyapanya. Mengisinya dengan kabar dan berita yang inspiratif, memasukinya dengan nasihat-nasihat yang motivatif, serta menampilkan visual-visual edukatif yang mendidik generasi rabbani. Dengan demikian, perdamaian tidak hanya sebatas impian, namun menjadi realitas yang nyata.
Hadirin Rahimakumullah, mari kita berdoa kepada Allah agar di bulan Syawal yang akan datang, kita tetap mampu menjalani kehidupan dengan jiwa ketuhanan yang mantap serta semangat menebarkan perdamaian bagi semesta.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعلَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌاَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِرَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌرَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًارَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِالحمد لله رب العالمين
Editor Ni’matul Faizah