
PWMU.CO – Green Ramadan kembali menghadirkan diskusi inspiratif yang menyoroti pentingnya regenerasi aktivis lingkungan di kalangan pelajar sebagai upaya menjaga kelestarian bumi. Diskusi edisi pamungkas Green Ramadan digelar oleh Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) secara daring pada Jumat (28/3/2025) siang.
Okta Arianti, Ketua Bidang Lingkungan Hidup PP IPM, menuturkan, “Kegiatan diskusi ini terselenggara sebanyak lima kali, besar harapan kami dapat membangkitkan ghirah pelajar untuk turut serta menjaga keberlanjutan lingkungan.”
Diskusi intelektual melalui Instagram Live ini mengusung tema Preparation for the Next Green Generation at Student Earth, yang menghadirkan narasumber dari Kader Hijau Muhammadiyah, F Ahmad Fauzan.
Diskusi ini dimoderatori oleh Ketua Bidang Lingkungan Hidup PW IPM Jawa Timur, Marchelino B. Kolaborasi antara Green Leaders PP IPM dan Student Earth menjadi kunci terselenggaranya diskusi inspiratif ini, menghadirkan wawasan baru bagi para pelajar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ipmawan Marchelino membuka diskusi dengan menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini. Tujuannya adalah agar pelajar di seluruh Indonesia lebih peduli dan sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup agar tidak kian rusak.
Pentingnya Kehadiran Aktivis Lingkungan
Fauzan dalam pengantarnya menuturkan bahwa regenerasi kader ataupun aktivis lingkungan hidup di kalangan pelajar penting untuk dilestarikan. Aktivis di sini berperan aktif dalam membantu mencari solusi atas masalah lingkungan di sekitarnya.
Dia kemudian sedikit menjelaskan tentang perubahan yang terjadi di suatu daerah, dari yang semula dingin menjadi biasa. Penyebabnya adalah krisis iklim, sebuah anomali perubahan suhu dan cuaca yang berdampak terhadap ketidakstabilan panas dan dingin suatu daerah.
“Kita harus bisa mengusahakan eco lifestyle, sebuah upaya di mana kita berusaha meminimalisir pembelian produk yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kerusakan lingkungan,” tutur Fauzan.
“Jika kita melihat kebijakan pemerintah hari ini lebih bersifat economy-oriented, di mana terdapat hal yang kurang diperhatikan perihal upaya menjaga konservasi lingkungan. Hingga saat ini, Indonesia masih belum memiliki kurikulum terkait lingkungan yang bersifat konservatif, baru sebatas infrastrukturnya saja,” tambahnya.
Fauzan menekankan bahwa di masa depan, kontribusi tidak hanya perlu dilakukan dalam aspek sosial, tetapi juga secara ekologis agar tercipta kesinambungan antara pembangunan dan kondisi lingkungan sekitarnya.
“Saya percaya bahwa pendidikan memegang peranan penting untuk menciptakan sumber daya yang kritis dalam menyikapi problematika lingkungan yang kian kompleks,” ungkapnya.
Dia menutup pemaparannya dengan kembali mengimbau seluruh kader IPM, baik Ipmawan maupun Ipmawati, untuk turut serta secara aktif berkontribusi melestarikan lingkungan di sekitar kita. Tidak peduli sekecil apa pun usaha yang dapat dilakukan.
Seperti edisi sebelumnya, moderator mengingatkan bahwa rekaman diskusi pamungkas Green Ramadan dapat disaksikan melalui IG Live di akun resmi PP IPM, sehingga peserta yang belum sempat mengikuti hingga selesai tidak perlu khawatir.
Penulis Habib Amrullah Editor Zahra Putri Pratiwig