Pesan Bang Zul untuk Abang-Abang Pemuda Muhammadiyah

236
Hikmah Press
Bang Zul dan Bang Dahnil. (Foto Izzudin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan punya tafsir menarik soal tema “Integritas dan Produktivitas Kaum Muda untuk Keadilan Sosial” yang diusung Tanwir II Pemuda Muhammadiyah.

Dalam sambutan pembukaan acara di Stadion Mantikei Palangkaraya, Senin (17/11/17), Zulkifli Hasan atau yang biasa disapa Bang Zul, menjelaskan pemuda akan memiliki integritas dan produktivitas jika mampu memahami budaya daerahnya masing-masing.

iklan

“Dengan memahami karakter budaya daerah sendiri maka akan muncul kreativitas dan keunggulan di tiap-tiap daerah untuk diselanjutnya digali potensinya,” ujarnya.

Selain itu, kata Bang Zul, harus paham betul sejarah. “Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para tokoh pendiri dan pahlawannya,” ujarnya.

Baca Juga:  Kata Haedar Nashir tentang 5 Syarat agar Indonesia Jadi Negara Besar

Tidak cukup itu. Menurut Ketua Umum DPP PAN itu, anak muda harus cerdas dengan ilmu. Karena dengan ilmu pemuda bisa membaca situasi saat ini dan yang akan datang. “Pemuda yang cerdas adalah pemuda yang memiliki ilmu, cekatan, dan jaringan yang luas,“ terangnya.

Bang Zul juga menjelaskan bahwa
integritas bisa turun karena beberapa hal. Pertama, karena mempertuhankan harta. “Kalau uang sudah menjadi segala-galanya, menggantikan posisi Tuhan, menjauh dari nilai-nilai ketuhanan, maka jauh pula dari prilaku kebaikan,” tuturnya. Menurutnya, sekarang ini telah banyak yang “mengganti: Sila Pertama Pancasila dengan ‘Keuangan yang Maha Esa’.

Kedua, karena prilaku koruptif. “Korupsi sudah mewabah. Jika ini dibiarkan maka tinggal tunggu kehancurannya,” tegasnya.

Baca Juga:  Kata Marpuji Ali soal Popularitas Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil A Simanjuntak

Ketiga, masalah distrust (saling tidak percaya). Menurut Bang Zul, maraknya perilaku saling melapor, saling menghujat, saling menyebar berita negatif tandap bahwa integritas bangsa Indonesia sedang memprihatinkan. “Ini bisa menjadi ancaman persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya. (Izzudin)