Setelah Menulis Berita, Tugas Berikutnya Memviralkan ke Medsos

132
Hikmah Press
Anang/pwmu.co
Pemred PWMU.CO Muh. Kholid AS saat mengisi pelatihan menulis Foskam.

PWMU.CO-Selain pintar menulis berita diminta, penulis diminta juga memviralkan ke media sosial agar tulisan itu terindeks dan bisa dibaca anak cucu kelak.

Hal itu disampaikan oleh Pemimpin Redaksi PWMU.CO Muh. Kholid AS saat memberi sambutan di Pelatihan Menulis Berita Sekolah yang diikuti 75 kepala SD/MI Muhammadiyah-Aisyiyah se Jatim di The Milenium Building Jl. Pucang Anom Surabaya, Sabtu (13/1/2018). Acara ini diadakan oleh Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (Foskam).

iklan

Berita terkait: Kalau Ingin Jadi Penulis Bagus Syaratnya Jangan Nggondokan

Kholid berharap kepala sekolah yang mengikuti pelatihan ini bisa lebih pintar menulis. ”Setelah mengikuti pelatihan ini, saya berharap bapak ibu lebih pintar menulis, kemudian memviralkan tulisannya agar tulisan-tulisan itu terindex di Google sehingga bisa dibaca anak cucu kita kelak,” ujarnya berharap.

Baca Juga:  Atlet SD Aisyiyah Nganjuk Raih Empat Medali Kejuaraan Panahan Nasional

Pelatihan ini menghadirkan pemateri berpengalaman di dunia jurnalistik yaitu Kepala Liputan Jawa Pos Arief Santoso, mantan Redaktur Pelaksana Surabaya Post Sugeng Purwanto, dan mantan Pemred Radar Surabaya, Agus Wahyudi.

”Insya Allah setelah ikut pelatihan ini 30-50 persen bapak ibu bisa menulis dengan baik, maka saya minta kursi-kursi depan yang masih kosong dipenuhi agar penyampaian materi lebih maksimal,” ujar Kholid yang juga dosen di UMSurabaya.

Pria asal Lamongan itu mengatakan senang atas terselenggaranya pelatihan menulis ini. ”Saya sangat senang atas terselenggaranya kegiatan pelatihan menulis karena kegiatan ini inisiatif dari bawah, jadi kebijakan yang bottom up,” katanya.

Sementara Edy Susanto, kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya dan juga ketua Foskam menerangkan, tujuan pelatihan menulis ini agar kepala sekolah semakin pandai menulis sehingga lebih mudah mempromosikan sekolah. ”Kemampuan menulis lebih mudah untuk mem-branding sekolah supaya lebih dikenal dan dipercaya masyarakat,” tandas dia. (Anang)

Baca Juga:  Belajar Merawat Jenazah sejak Dini di Mudipat