5 pesan penting disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Bidang Majelis Tabligh, Dr. Muhammad Sholihin Fanani terkait persiapan menghadapi Ramadan 1447 Hijriyah melalui online, Jumat (13/2/2026).
Pesan tersebut disampaikan saat ia memberikan sambutan pencerahan di acara zoom meeting tentang Sosialisasi Kalender Hijriyah Gobal Tunggal (KHGT) dan Potensi Perbedaannya yang selenggarakan oleh Majelis Tabligh PWM Jatim. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Majelis Tabligh PDM se-Jatim. Dengan mendatangkan pemateri dari Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim, Ir Amirul Muslihin.
Pukul 15.30 WIB acara dimulai. Dibuka oleh Anggota Majelis Tabligh PWM Jatim, Aziz Maulana Akhsan yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Furkan Abidin Ali yang juga anggota Majelis Tabligh PWM Jatim.
Dalam pencerahannya, Muhammad Sholihin menegaskan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriyah akan jatuh bersamaan dengan tanggal 18 Februari 2026. Hal ini sesuai dengan maklumat yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Sebagai warga Muhammadiyah, hendaknya kita mentaati maklumat tersebut,” tandasnya.
Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi penting untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang landasan penentuan bulan Ramadan dan metode yang digunakan Muhammadiyah adalah rasional dan saintifik.
Menuju Ramadan
Selain sosialisasi yang penting itu, Muhammad Sholihin mengatakan bahwa ada yang lebih penting, yaitu terkait Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi. Wakil Ketua PWM Jatim itu berpesan 5 hal yang perlu disiapkan oleh Warga persyarikatan, antara lain:
Pertama persiapan ilmu. Hal ini penting untuk memberikan edukasi kepada umat bahwa beragama, khususnya menjalankan amaliyah Ramadan harus dengan ilmu. Hendaknya sesuai dengan tuntunan yang diajarkan Allah dan rasul-Nya.
Kedua memperbanyak ibadah, baik sebelum Ramadan maupun saat Ramadan.
Ketiga persiapan fisik, baik itu fisik pribadi maupun fisik secara kelembagaan. Seperti kebersihan masjid dan penyiapan sound sistem.
Keempat persiapan logistic. Dan terakhir memiliki target peningkatan diri. “Bila perlu ditulis dalam daftar. Seperti memberikan takjil untuk orang yang berbuka puasa, mengikuti tarawih, dan melaksanakan itikaf.
Harapannya agar warga persyarikatan Muhammadiyah dapat menyongsong Ramadan dengan persiapan matang. Sehingga mampu melaksanakan ibadah di dalam bulan Ramadan dengan penuh keikhlasan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments