Dalam kehidupan dunia ini kita memiliki banyak teman, tetapi teman yang kita miliki hanyalah teman dalam suka bukan teman dalam duka, juga bukan teman yang benar-benar setia.
Kenapa kita perlu teman di alam kubur?
Mungkin kita pernah dengar kalau dialam kubur, setiap orang akan diuji. Nah, di saat-saat seperti inilah, kita butuh teman yang bisa membantu, melindungi dan menjaga kita.
Tapi, siapa teman-teman yang dimaksud? *Rasulullah saw bersabda:
1. Salat: Teman yang Melindungi Kepala
فَيُؤْتَى مِنْ عِنْدَ رَأْسِهِ ، فَتَقُولُ الصَّلاةُ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
“Kemudian didatangkan malaikat dari arah kepalanya untuk menyiksa, maka Sholat berkata “Tidak ada jalan dari arahku (untukmu).”
2. Zakat: Teman di Sisi Kanan
فَيُؤْتَى مِنْ عَنْدَ يَمِينِهِ ، فَتَقُولُ الزَّكَاةُ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
“Kemudian didatangkan malaikat dari arah kanannya untuk menyiksa, maka zakat berkata “Tidak ada jalan dari arahku (untukmu).”
3. Puasa: Teman di Sisi Kiri
فَيُؤْتَى عَنْ يَسَارِهِ ، فَيَقُولُ الصِّيَامُ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
“Kemudian didatangkan malaikat dari arah kirinya untuk menyiksa, maka puasa berkata “Tidak ada jalan dari arahku (untukmu).”
4. Amal Saleh: Teman di Kaki
فَيُؤْتَى مِنْ عِنْدِ رِجْلَيْهِ ، فَيَقُولُ : فِعْلُ الْخَيْرَاتِ مِنَ الصَّدَقَةِ وَالصِّلَةِ وَالْمَعْرُوفِ وَالإِحْسَانِ إِلَى النَّاسِ : مَا قِبَلِي مَدْخَلٌ
“Kemudian didatangkan malaikat dari arah kakinya untuk menyiksa, maka amal sholeh, segala sunnah, dan segala perbuatan ma’ruf, berkata, “Tidak ada jalan dari arahku (untukmu).” (HR. Imam Ahmad dalam kitabnya Al-Musnad dari riwayat Al-Bara’ ibn ‘Azib dan Himpunan Fadhilah Amal : 609).






0 Tanggapan
Empty Comments