Kini Perang Tak Perlu Prajurit Cukup Kirim Berton Narkoba ke Indonesia

176
Hikmah Press
Loresta/pwmu.co
Dandim Letkol Nurul Yakin, kedua dari kiri, berbicara di forum silaturahim PDM Kota Malang.

PWMU.CO-Masyarakat harus waspada menghadapi ancaman non tradisional sebagai upaya memecah belah bangsa. Ancaman itu berupa terorisme, illegal fishing, narkoba, human trafficking.

Hal itu disampaikan Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol inf Nurul Yakin dalam acara silaturahim Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang  di Auditorium kampus II UMM, Senin (5/3/2018). Hadir juga dalam acara itu Kapolresta AKBP Asfuri.

iklan

“Perkembangan strategi yang terjadi saat ini yaitu narkoba kalau dulu yang tertangkap 1,5-2 kg sekarang sudah berton-ton,” kata Letkol Nurul Yakin.

Melihat ditangkapnya penyelundupan narkoba jumlah itu besar itu, sambung dia, Indonesia sekarang bukan sekadar sebagai tempat transit tapi sudah menjadi pasar narkoba. ”Berapa juta generasi kita yang akan rusak? Ini berpengaruh pada masa depan,” tandas lelaki kelahiran Sumatera itu.

Baca Juga:  Cara SDM 6 Gadung Mewaspadai Bahaya Narkoba

Menurut Nurul Yakin, inilah yang disebut dengan proxy war. Yaitu perang melalui tangan pihak ketiga. Lewat barang, lewat narkoba. Ini sangat luar biasa bahayanya.  ”Perang sekarang tidak perlu lagi mengirim senjata dan prajurit arena itu menghabiskan banyak biaya. Perang saat ini cukup lewat narkoba atau proxy war yaitu melalui hal-hal yang merusak,” kata dia mengingatkan.

Mengenai tahun politik terutama menghadapi pilkada di Kota Malang, ia menjelaskan, polisi dan TNI adalah ujung tombak dari keamanan pilkada nanti. “Kami memiliki langkah-langkah untuk pengamanan pilkada, “ katanya.

Nurul Yakin berpesan, perlu upaya memerangi isu-isu negatif.  ”Kita harus bersatu, jangan mudah percaya dengan isu-isu buruk yang menyebar, jangan membantu menyebar isu tersebut tanpa kroscek, “ tambahnya. (Loresta Nusantara)

Baca Juga:  Aisyiyah Surabaya Ingatkan Anak Jalanan Jauhi Narkoba